Chamaeleon Cloud I adalah bintang yang masuk ke dalam Chamaeleon Cloud Complex. Bintang tersebut tertangkap oleh teleskop Hubble mengeluarkan debu awan hitam.
Biasanya, debu awan hitam tersebut adalah tempat sebuah bintang terbentuk. Menariknya, semua itu terjadi dan tertangkap jelas oleh kamera Hubble yang beresolusi tinggi.
Baca Juga: Nama Lain dari Asteroid dan Kenali Ciri-Cirinya Berikut Ini!
Gambar Chamaeleon Cloud I Tertangkap Kamera Hubble
Teleskop luar angkasa Hubble yang merupakan hasil proyek antara NASA, ESA, dan CSA lagi-lagi menghasilkan gambar luar biasa. Kali ini Hubble berhasil menangkap salah satu bintang dari wilayah bintang Chamaeleon III.
Formasi Chamaeleon Cloud Complex sendiri adalah tempatnya para bintang lahir, Bintang terbentuk di dalam koleksi molecular hydrogen yang sangat besar bernama molecular clouds.
Ketidakstabilan yang terjadi di dalam awan membuat gas akhirnya meledak di dalam molecular cloud.
Ketika material yang bergabung sudah cukup dan memiliki kepadatan hingga tahap critical, maka bintang akan mulai hidup.
Namun, muscular cloud biasanya tidak sendiri, melainkan hadir bersama dengan Chamaeleon Cloud Complex.
Chamaeleon Complex berisi beberapa bintang bernama Chameleon I, II, dan III yang biasa disingkat menjadi Cha I, Cha II, dan Cha III.
Pada tangkapannya kali ini, Hubble memperlihatkan salah satu bintang yang bernama Cha I mengeluarkan debu dan awan hitam, tempat para bintang lahir. Terlihat juga refleksi menyilaukan yang berasal dari nebula.
Baca Juga: Asteroid 2001 CB21 Seukuran 4 Kali Menara Eiffel Mendekat ke Bumi
Nebula tersebut bercahaya di antara cahaya biru yang terang dari bintang dan saling terikat. Ikatan dari bintang tersebut memiliki nama objek Herbig Haro.
Objek Herbig Haro bersinar dengan remang. Objek itu menyebabkan jet relativistik berisi gas ion yang bintang muda hasilkan bertabrakan dengan awan debu dan gas terdekatnya.
Pada bagian bawah gambar, terlihat objek Herbig Haro dapat terlihat dengan rumpun terang dari gas interstellar yang merupakan hasil dari kecepatan jet bayi protostar di bagian tengah awan oranye.
Penelitian Cha I
Sebelumnya, penelitian dari Chamaeleon Cloud I ini termasuk ke dalam project yang bertujuan untuk mendeteksi kurcaci coklat. Ini merupakan objek yang terbentang di antara garis gas raksasa dan bintang.
Para peneliti memprediksi bahwa kurcaci coklat adalah bintang gagal. Bahkan, objek kurcaci coklat juga berpotensi menjadi planet paling liar yang pernah ada atau interstellar pengembara tanpa bintang utama.
Teleskop luar angkasa Hubble saat ini sudah berhasil menemukan enam kandidat kurcaci coklat terbaru.
Baca Juga: Awan Magellan Besar, Diprediksi Akan Tabrak Galaksi Bima Sakti
Penemuan tersebut akan sangat membantu para astronom memahami lebih lanjut mengenai objek ini dan sekitarnya.
Tangkapan ini lagi-lagi membuat teleskop Hubble menjadi salah satu alat yang paling berjasa dan canggih di dunia astronomi.
Dengan kamera 315 juta pikselnya, Hubble berhasil menangkap gambar-gambar objek luar angkasa. Termasuk Chamaeleon cloud I yang sedang melahirkan bintang baru menjadi fenomena luar biasa. (R10/HR-Online)