Cara hidup protozoa cukup unik. Mereka membutuhkan tempat yang basah hingga lembab untuk dapat bertahan hidup. Oleh karena itu, protozoa umumnya berada di lautan maupun perairan daratan lain.
Baca Juga: Klasifikasi Makhluk Hidup Berdasarkan 5 Kingdom, Apa Saja?
Cara Hidup Protozoa Bagaimana Sebenarnya
Kingdom Protista, berdasarkan karakter fisiknya terbagi menjadi Protista yang mirip jamur, mirip hewan, dan mirip tumbuhan.
Protista yang mirip hewan tersebut seringkali disebut sebagai protozoa. Sebagaimana namanya, kingdom Protista mirip hewan ini memiliki sifat layaknya hewan sungguhan.
Mereka heterotrof dan dapat bergerak. Seluruh kegiatan protozoa lakukan oleh sel itu sendiri dengan bantuan organel-organel, yakni mitokondria, sitoplasma, dan membran plasma.
Protozoa mendapatkan makanan dengan cara fagositosis, yakni menelan dan mencerna mangsanya. Mangsa mereka adalah protozoa lainnya yang mirip jamur dan ganggang mikroskopis, sisa-sisa organisme, maupun bakteri.
Protozoa merupakan organisme yang dapat hidup bebas di alam maupun dengan cara bersimbiosis di dalam tubuh hewan multiseluler atau manusia.
Perairan atau tempat basah yang mengandung banyak sampah dan zat organik adalah tempat protozoa tinggal di alam bebas.
Tempat tersebut misalnya air laut, danau, kolam, parit, selokan, atau sawah. Contoh protozoa yang berada di alam seperti Paramecium caudatum dan Amoeba proteus. Jika di alam bebas, protozoa dapat hidup dengan membuat koloni atau soliter.
Bila protozoa hidup dengan menumpang di dalam tubuh organisme multiseluler, maka mereka bersifat parasitik. Itu artinya, protozoa dapat menyebabkan penyakit pada inang yang mereka tinggali.
Baca Juga: Contoh Kingdom Protista dan Ciri-Cirinya Berdasarkan Klasifikasi
Protozoa yang hidup di dalam tubuh organisme misalnya Plasmodium malariae. Ini menjadi penyebab sakit malaria dan Entamoeba histolytica yang juga penyebab diare.
Namun begitu, ada juga cara hidup protozoa yang melakukan simbiosis mutualisme seperti Ciliata di dalam usus hewan pemakan rumput. Alih-alih merugikan, protozoa satu itu membantu organisme untuk mencerna selulosa.
Jika lingkungan hidup protozoa kurang menguntungkan, maka ia akan berubah menjadi kista, yaitu sel tidak aktif dan memiliki dinding tebal polisakarida.
Ciri Tubuh Protozoa
Cara mengetahui protozoa dapat kamu lihat melalui ciri tubuhnya. Protozoa biasanya berukuran sekitar 10 sampai 200 μm atau 0,01 sampai 0,2 mm.
Ada juga yang memiliki ukuran hingga 500 μm. Karena ukurannya inilah protozoa bukan mahluk hidup yang bisa terlihat dengan mata telanjang.
Mikroskop cahaya adalah alat yang bisa kamu gunakan untuk melihat bentuk protozoa. Dari segi bentuk, sel protozoa terbilang cukup bervariasi.
Ada protozoa bercangkang yang memiliki bentuk tubuh cenderung tegak seperti Radiolaria dan Foraminifera.
Baca Juga: Perbedaan Monera dan Protista Terlihat Dari Berbagai Sudut
Ada juga Amoeba yang menjadi contoh protozoa dengan bentuk tubuh berubah-ubah saat mendekati makanannya.
Struktur tubuh protozoa terdiri atas sitoplasma dengan membran sel mengelilinginya. Membran sel tersebut berfungsi untuk mengatur pertukaran zat di dalam sel.
Beberapa protozoa juga memiliki membran plasma dengan silia atau flagela. Kedua membran sel tersebut berfungsi sebagai salah satu cara hidup protozoa, yakni bergerak. (R10/HR-Online)