Berita Pangandaran (harapanrakyat.com),- Para peternak ikan mujair di wilayah Desa Pangkalan, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat khawatir KPM BPNT tak lagi membeli ikan.
Hal itu lantaran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) disalurkan lewat Kantor PT Pos dengan uang tunai.
Sedangkan sebelumnya BPNT diberikan dalam bentuk sembako, tidak berupa uang tunai. Sistemnya, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima ATM yang sudah terisi saldo untuk dibelikan sembako di e-warung yang sudah ditunjuk.
Namun pada awal tahun 2022 ini penyaluran BPNT mulai Januari sampai Maret disalurkan secara tunai dan melalui kantor PT Pos.
Baca Juga: RK Ungkap Alun-alun Pangbagea Pangandaran Termegah di Jabar
Hal ini membuat resah para peternak ikan mujair di Pangandaran, sebab biasanya setiap KPM membeli 1 kilogram ikan dari program BPNT. Namun dengan cara pencairan seperti sekarang ini, dikhawatirkan KPM tidak lagi membeli ikan.
Salah seorang peternak ikan asal Desa Pangkalan Ending Ayut mengatakan, selama ini para peternak ikan mujair di wilayah Langkaplancar menjual ikannya kepada para KPM BPNT.
“Namun jika penyalurannya seperti itu saya khawatir mereka tidak lagi membeli ikan dari kami,” katanya, Kamis (24/02/2022).
Ending berharap meski penyaluran BPNT dilakukan tunai oleh PT Pos, para KPM BPNT tetap membeli ikan. Apalagi saat ini pasar para peternak hanya KPM BPNT.
“Para peternak ikan mujair di Desa Pangkalan sebelumnya memasok ikan kepada e-warung yang tersebar di wilayah Kecamatan Langkaplancar. Namun untuk saat ini kami jelas kebingungan karena penyaluran BPNT tidak melalui e-warung lagi,” paparnya.
Ending juga meminta pemerintah memberi solusi agar ikan mujair dari peternak bisa laku dijual.
“Semoga pemerintah memberi solusi kepada para petani ikan bagaimana caranya agar ikan-ikan kami kembali laku seperti sebelumnya,” tandasnya. (Enceng/R7/HR-Online/Editor-Ndu)