Struktur Maggie di Bima Sakti membentang sekitar 16 triliun mil melintasi alam semesta kita. Hampir seluruh permukaan terdiri dari gas atom hidrogen.
Struktur raksasa ini memiliki panjang 3.900 tahun cahaya. Kemudian untuk lebarnya 130 tahun cahaya. Menurut para peneliti, letaknya sekitar 55.000 tahun cahaya dari Tata Surya.
Baca Juga: Lubang Hitam Leo I Terletak di Galaksi Bima Sakti, Ukurannya Raksasa
Penelitian Struktur Maggie di Bima Sakti
Sesuatu yang aneh terlihat di sisi lain Bima Sakti. Ya, filamen gas hidrogen yang sangat besar.
Hal tersebut berdasarkan hasil penelitian sekelompok astronom, pemimpinnya adalah para peneliti di Institut Astronomi Max Planck (MPIA), Jerman.
Hidrogen menjadi unsur paling melimpah di alam semesta ini. Namun, awan hidrogen seperti filamen tersebut sangat sulit untuk mengenalinya.
Apalagi di tengah-tengah medium antarbintang (ISM), materi, dan radiasi di antara sistem bintang di sebuah galaksi. Hasil penelitian ini terbit di jurnal Astronomy & Astrophysics, Desember 2021.
Baca Juga: Aliran Bintang C-19 Miskin Logam, Ditemukan di Bima Sakti
Mengutip space.com, struktur Maggie di Bima Sakti hampir seluruhnya terdiri dari gas atom hidrogen.
Dalam penelitian terbaru, tim memakai data dari survei garis HI/OH/Rekombinasi Bima Sakti (survei THOR). Survei ini mengandalkan data dari observatorium radio, Jansky Very Large Array di New Mexico.
Mereka mencari objek di luar bidang utama Bima Sakti. Lalu objek berupa piringan pipih tempat sebagian besar materi di galaksi mereka temukan.
Karena Maggie terletak di luar pesawat, maka mudah mengenalinya strukturnya. Astronom sangat tertantang untuk mendeteksi pengelompokan hidrogen besar itu.
Pasalnya, mereka tidak menonjol untuk melawan ISM. Akan tetapi, lokasi unik dari Maggie di Bima Sakti membuatnya mudah terlihat.
Misteri Struktur yang Koheren
Para peneliti menghitung kecepatan gas dalam Maggie, karena awan gas sangat terisolasi. Tim juga menemukan jika seluruh gas bergerak dengan kecepatan dan arah yang sama.
Hal tersebut menegaskan jika struktur Maggie di Bima Sakti tunggal. Jadi, bukanlah sekelompok awan yang duduk saling berdampingan.
Maggie sudah banyak dikenal dalam evaluasi data sebelumnya. Namun, dalam penelitian terbaru membuktikan jika struktur yang koheren.
Maggie yang ada di Bima Sakti lebih besar dan unik dari awan gas lain. Hidrogen yang datang dalam bentuk atom hidrogen dan molekul hidrogen.
Baca Juga: Bintang Laba-Laba di Bima Sakti, Penemuan Langka dan Berbentuk Spiral
Menariknya, Maggie terdiri dari 92% atom hidrogen. Padahal, kebanyakan bintang terbentuk dari awan molekul hidrogen yang cukup padat.
Sehingga tim memperkirakan jika awan molekul hidrogen ini terdiri dari atom hidrogen di masa lalu. Namun misteri yang belum terpecahkan adalah cara awan atom bertransisi menjadi awan molekul.
Kurang lebih 8% hidrogen Maggie bersifat molekular. Kemudian terkonsentrasi di titik-titik tertentu di sepanjang awan.
Oleh sebab itu, peneliti menduga jika struktur Maggie di Bima Sakti kemungkinan sedang mengalami proses perubahan untuk menjadi satu atau lebih awan gas molekuler. (R10/HR-Online)