Sejarah penemuan neutron berawal dari keberhasilan eksperimen Rutherford. Pada saat itu ia melakukan eksperimen terhadap muatan atom.
Di situlah Rutherford menemukan proton sebagai muatan positif atom. Akan tetapi, terdapat kejanggalan yaitu massa inti atom yang selalu lebih besar dari proton. Itulah awal mula penelitian terhadap neutron.
Baca Juga: Galaksi NGC 7764A Menjadi Temuan Kesekian Teleskop Raksasa Hubble
Awal Sejarah Penemuan Neutron
Teori mengenai penyusun atom sudah muncul sejak berabad-abad lalu. Menurut sejarahnya, konsep atom pertama kali muncul pada zaman Yunani Kuno.
Sayangnya, saat itu konsep atom tidak berkembang dan hanya sebatas teori. Baru beberapa abad setelahnya terjadi eksperimen mengenai atom itu sendiri.
Salah satu eksperimen yang terbilang cukup berhasil adalah dari seorang fisikawan bernama Ernest Rutherford. Melalui eksperimennya, ia menemukan unsur positif dan negatif dalam inti atom.
Unsur positif itulah yang kemudian terkenal dengan nama proton. Meski begitu, pada eksperimennya Rutherford menemukan bahwa massa inti atom hanya setengah dari massa seluruh atom.
Penelitian Rutherford yang terbilang memuaskan akhirnya memiliki sisi janggal juga. Rutherford menduga bahwa unsur di dalam inti tidak memiliki muatan positif karena sudah adanya proton.
Pada tahun 1920, seorang fisikawan asal Amerika bernama William Draper Harkins duga adanya partikel lain di dalam inti atomnya selain proton.
Menurut Harkins, partikel tersebut memiliki massa yang hampir sama dengan proton, namun tidak bermuatan.
Ia menamakan partikel tidak bermuatan tersebut sebagai neutron. Oleh karena partikel tersebut tidak memiliki muatan, maka keberadaan neutron sulit untuk dibuktikan.
Baca Juga: Perbedaan Proton dan Elektron yang Jelas Bertolak Belakang
Penemuan Partikel Asli Neutron di Dalam Inti Atom
Setelah William Draper Harkins berhasil membuat teori neutron yang tidak memiliki muatan dalam atom, banyak peneliti yang akhirnya mencoba menemukannya.
Baru pada tahun 1932, tepat 12 tahun setelah konsep neutron pertama William Draper Harkins muncul, partikel neutron dalam atom berhasil ditemukan. Penemuan itu menjadi yang pertama kali dalam sejarah.
Orang yang berhasil meningkatkan sejarah penemuan neutron adalah James Chadwick. Ia menemukan partikel penyusun inti atom yang massanya hampir sama dengan proton, namun tidak memiliki muatan.
Chadwick menemukan partikel ini melalui percobaannya yang menembak lapisan tipisnya berilium dengan senyawa α (alfa). Hasil dari percobaan tersebut ialah pancaran radiasi energi yang sangat tinggi.
Chadwick akhirnya meneliti energi radiasi yang memancar tersebut. Selanjutnya, ia meyakini bahwa partikel di dalam energi tersebut adalah apa yang William Draper Harkins maksud 12 tahun lalu.
Baca Juga: Sejarah Penemuan Proton, Partikel Subatomik dalam Fisika
Massa neutron yang tidak bermuatan hampir sama dengan proton. Neutron memiliki massa 1,675 x 10-24 gram. Sedangkan massa proton adalah 1,673 x 10-24 gram.
Neutron tidak memiliki jumlah khas dalam setiap unsur. Itu artinya, meski jumlah neutron dalam atom unsur sama, jika jumlah proton berbeda, maka sifatnya akan berbeda pula.
Begitu pula sebaliknya, jika jumlah proton sama, maka sifatnya akan mengikuti. Sejarah penemuan neutron oleh Jame Chadwick adalah salah satu penelitian terhebat untuk ilmu pengetahuan. (R10/HR-Online)