Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Peternak entok di Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, kewalahan memenuhi tingginya permintaan pasar. Hal itu karena para pedagang meminta entok berbobot di atas 1 kilogram per ekornya.
Darsono, salah seorang peternak entok di wilayah Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis mengatakan, sebelum adanya permintaan pasar, ia mengalami kesulitan untuk menjualnya.
Sehingga tak jarang ternak entok miliknya dijual dengan harga murah. Namun, setelah banyaknya permintaan dengan harga yang terbilang cukup mahal malah tidak bisa memenuhi.
“Permintaan entok ukuran konsumsi terus mengalami peningkatan. Hanya saja permintaan tersebut tidak bisa saya penuhi lantaran para pedagang memintanya entok berukuran di atas 1 kilogram per ekornya,” kata Darsono, Selasa (04/1/2021).
Baca Juga : Pengusaha di Cipaku Ciamis Minta Angkutan Umum Plat Hitam Ditertibkan
Ia menyebutkan, untuk bisa mencapai bobot 1 kilogram memerlukan waktu pemeliharaan sekitar 4 bulan.
Sementara, untuk mendapatkan DOD atau anak entok tidak semudah anak ayam yang bisa membelinya dari peternak lainnya.
Karena DOD entok hanya bisa didapat dari induknya yang telurnya ditetaskan. Itupun setiap indukan bertelur jumlahnya terbatas.
Menurut Darsono, prospek budidaya ternak entok sebetulnya bisa menjadi peluang bisnis untuk mendapatkan penghasilan tambahan.
“Hanya saja para peternak dan pembudidaya sulit untuk mendapatkan DOD. Sehingga dengan banyaknya permintaan pasar menjadi kewalahan,” pungkasnya. (Dji/R3/HR-Online/Editor-Eva)