Penurunan tekanan uap adalah salah satu materi kimia yang harus kamu kuasai. Tekanan uap pada larutan dapat menurun karena beberapa faktor.
Ketika kamu mengisi sebuah botol minum dengan larutan panas, maka pasti akan keluar uap.
Kejadian tersebut hanya terjadi beberapa saat saja. Semakin lama, uap akan menghilang karena terjadi penurunan tekanan.
Baca Juga: Aplikasi Pengukur Tekanan Darah yang Efektif, Berikut Rekomendasinya!
Mengenal Penurunan Tekanan Uap pada Benda Cair
Uap merupakan titik di udara dari benda cair yang terkondensasi. Arti uap lainnya adalah sebuah gas terjadi akibat dari cairan yang mendapatkan proses pemanasan.
Tekanan uap adalah tekanan yang terjadi pada gas di atas zat cair saat dalam keadaan tertutup. Tekanan uap terjadi saat zat cair dan gas berada dalam kesetimbangan dinamis.
Arti dari turunnya tekanan uap adalah selisih tekanan dari suatu larutan dengan pelarut murninya. Dalam hal ini, penurunan tekanan yang terjadi pada uap melibatkan partikel zat.
Zat terlarut tersebut akan menghalangi proses penguapan suatu pelarut yang berakhir menurunnya tekanan.
Sifat larutan yang menguap adalah koligatif. Artinya, hanya bergantung kepada partikel zat terlarut, bukan jenis partikel zat apa yang terkandung di dalam larutan.
Tekanan uap sendiri berkaitan dengan seberapa mudah suatu pelarut untuk menguap. Mudah tidaknya tergantung kepada gaya tarik yang terjadi antar partikel itu sendiri.
Baca Juga: Tekanan Zat Padat dan Contohnya dalam Kehidupan Sehari-Hari
Tekanan Uap Pelarut Murni
Pada tekanan uap yang terjadi di pelarut murni, akan ada perpindahan partikelnya dari fase cair jadi gas. Pada akhirnya, ada keseimbangan dengan perpindahan partikelnya dari wujud gas ke fase cair.
Jika sebuah pelarut murni kamu masukkan ke dalam tempat tertutup, maka akan terjadi perpindahan partikel. Jumlah partikel murni pada fase gas dapat memberikan tekanan.
Tekanan tersebutlah yang bernama tekanan uap. Setelah beberapa waktu, partikel murni akan mulai melepaskan diri. Saat terjadinya keadaan tersebut, maka keseimbangan dinamis akan tercapai.
Rumus Tekanan Uap
Penurunan tekanan uap pelarut murni dapat kamu hitung dengan Hukum Raoult. Penerapan hukum Raoult adalah dengan menggunakan pendekatan kekentalan larutan.
Selama larutan tersebut tidak kental, maka zat terlarutnya tidak akan mudah menguap. Sementara zat pelarut haruslah tidak mudah menguap.
Hal itu bertujuan agar partikelnya tidak pergi ke fase gas dan berpotensi memberi tambahan tekanan uap.
Delta P larutan = X pelarut + Po pelarut
Keterangan:
P larutan = Penurunan tekanan
Po pelarut = Tekanan uap dari pelarut murni
X zat terlarut = Fraksi mol dari zat terlarut
Baca Juga: Sifat Bayangan pada Cermin yang Menentukan Fungsinya, Simak di Sini!
Tekanan uap pada larutan akan rendah jika gaya tarik-menarik yang terjadi antar partikel lebih kuat daripada dengan partikel sejenisnya (zat pelarut dan terlarut).
Sebaliknya, uap akan bertekanan tinggi jika gaya tarik-menarik yang terjadi antara partikel sejenisnya lebih kuat.
Contoh dari penurunan tekanan uap sebenarnya dapat kamu temukan dalam kegiatan sehari-hari, seperti saat memasak air panas, merebus mie instan, dan lainnya. (R10/HR-Online)