Penerapan tekanan osmotik dapat kita temukan sehari-hari. Peristiwa osmotik dapat terjadi pada sebuah larutan.
Tekanan osmotik adalah salah satu dari sifat koligatif. Sifat koligatif merupakan sifat fisik dari suatu larutan yang hanya akan bergantung pada konsentrasi partikel dalam zat pelarut.
Ada 4 macam penerapan pada sifat larutan nonelektrolit. Ada penurunan tekanan uap, penurunan titik beku, kenaikan titik didih, dan yang terakhir tekanan osmotik.
Baca Juga: Sifat Koligatif Larutan, Pengertian, Jenis, dan Penerapannya
Apa Itu Penerapan Tekanan Osmotik?
Materi tekanan osmotik pada ilmu kimia memiliki kaitan erat dengan kehidupan sehari-hari. Bahkan bisa jadi secara tidak sadar kamu juga sudah menerapkannya.
Tekanan osmotik memiliki arti sebagai sebuah tekanan yang penting untuk mempertahankan keseimbangan osmotik antara suatu larutan dengan pelarut murni.
Osmosis pada larutan membuat hipotonik dan berdifusi ke dalam larutan hipertonik. Pada saat inilah udara akan terus berpindah ke konsentrasi lebih tinggi hingga akhirnya menjadi sama.
Karena itulah, tekanan osmotik akan terbentuk pada larutan yang memiliki konsentrasi tinggi untuk mencegah terjadinya osmosis.
Baca Juga: Penurunan Tekanan Uap, Ini Pengertian dan Rumusnya!
Penggunaan Tekanan Osmotik pada Industri
Dalam mempelajari segala ilmu di dunia ini tidak cukup hanya teorinya saja. Proses pengimplementasian ilmu itu sendiri sangatlah penting.
Penerapan tekanan osmotik tentu bisa kamu temukan sehari-hari. Contohnya merasa haus setelah mengkonsumsi garam, jari menjadi keriput saat terlalu lama berenang, dan lain sebagainya.
Akan tetapi, saat ini tekanan osmotik sudah marak digunakan dalam dunia industri. Berikut ini beberapa contohnya.
1. Untuk Proses Pengawetan Makanan
Industri makanan siap santap saat ini sudah merajalela. Harganya yang murah dan tahan lama membuat banyak orang memilihnya.
Makanan siap saji tersebut pastinya sudah melalui proses pemasakan setengah jadi. Makanan-makanan tersebut harus melalui proses pengawetan agar kualitasnya terjaga.
Dengan menggunakan tekanan osmotik atau larutan pekat, sel bakteri pembusuk akan keluar dari kemasan. Peristiwa tersebut bernama krenasi.
Biasanya tekanan osmotik makanan awetan, khususnya kemasan kaleng akan menggunakan garam dan gula sebagai pengawet alami.
Baca Juga: Pengertian Kimia Kuantum dan Sejarah Pengembangannya
2. Pengolahan Limbah Air Kotor
Dunia industri apapun itu pasti akan menghasilkan limbah. Jika hal itu terus dibiarkan, maka terjadi pencemaran lingkungan.
Air limbah banyak mengandung zat pencemar atau polutan lingkungan. Jika zat tersebut terhubung dengan cairan hipertonik melalui membrane, maka akan menjadi semipermeable.
Ketika itulah kandungan air limbah mengalami osmosis ke dalam cairan hipertonik. Zat bersifat kotor dan merugikan yang terlarut dalam air akan tertinggal.
Kemudian pabrik dapat mengelola kembali limbah yang tertinggal tersebut. Tentunya hal itu sangat berguna untuk menjaga lingkungan.
Konsep dari tekanan osmotik sangatlah berguna dalam kehidupan nyata. Penerapan tekanan osmotik lainnya juga dapat kamu temukan di cairan isotonik infus dan obat tetes mata. (R10/HR-Online)