Meteor yang pernah jatuh ke Bumi tidak hanya satu, melainkan ada beberapa. Waktu jatuhnya meteorit tersebut juga beragam.
Meteorit adalah sebuah batu dari luar angkasa. Ukuran meteor memang tidak terlalu besar, namun jika jatuh ke Bumi tetap bisa menyebabkan kerusakan yang tidak sedikit.
Meski peristiwa jatuhnya meteor ke Bumi dapat terbilang jarang, bukan berarti tidak ada. Biasanya, meteor yang sudah terdeteksi jatuh belasan, puluhan, atau bahkan ratusan tahun lalu.
Inilah Meteor yang Pernah Jatuh ke Bumi
Di luar angkasa terdapat berbagai jenis benda. Batu luar angkasa yang memiliki nama meteor adalah salah satu dari sekian banyak benda minor.
Baca Juga: Urutan Lapisan Matahari, Dari Lapisan Terluar Hingga Inti
Jika dibandingkan dengan objek luar angkasa lain, tentu saja ukuran meteor tidak ada apa-apanya. Namun, bagaimana jika masuk ke Bumi?
Planet Bumi yang notabene merupakan tempat tinggal kita ini memang besar. Meski begitu, jika meteor yang panas dan dengan kecepatan tinggi meluncur ke Bumi, tentu akan menghasilkan kerusakan.
Bumi pada dasarnya memiliki lapisan atmosfer yang berguna untuk membakar benda luar angkasa seperti meteor. Namun, terkadang karena ukurannya yang besar, meteor tidak terpecah.
Acraman
Meteor yang pernah jatuh ke Bumi pertama ini adalah salah satu yang terbesar. Beruntungnya, peristiwa jatuhnya meteor Acraman terjadi sekitar 580 juta tahun lalu.
Walaupun sudah ratusan tahun berlalu, sisa dari peristiwa tersebut menghasilkan sebuah kawah yang besar. Kawah tersebut bernama Acraman yang memiliki besar 55,9234 mil atau setara 90 kilometer.
Kawah ini terdapat di Gawler Ranges, Australia Selatan, Australia. Lokasi kawah ini ditandai oleh adanya playa lake atau danau. Sayangnya danau tersebut sudah mengering akibat penguapan besar-besaran.
Willamette
Meteor ini berlokasi di AS. Willamette memiliki panjang 7,8 meter persegi dengan berat yang mencapai 6 ton.
Batu luar angkasa Willamette memiliki banyak lubang di tubuhnya. Selain itu, bentuk dari batu ini juga lonjong alih-alih bulat sempurna.
Tidak diketahui kapan meteor ini jatuh, namun ilmuwan berhasil menemukannya pada tahun 1902.
Tokoh yang berjasa dalam penemuan ini adalah Ellis Hughes. Hingga saat ini, Willamette masih utuh dan berada di American Museum of Natural History.
Manicouagan
Kawah Manicouagan adalah bukti dari meteor yang pernah jatuh ke Bumi selanjutnya. Manicouagan terbentang sejauh 1000 km di Quebec, Kanada.
Baca Juga: Meteor Terbesar di Dunia yang Pernah Ditemukan, Sampai 60 Ton!
Perkiraan jatuhnya meteor ini adalah 215 juta tahun lalu. Untuk menciptakan kawah sebesar Manicouagan, maka ukuran meteor setidaknya berdiameter 5 kilometer.
Kawah atau danau ini memiliki pulau bernama Rene-Levasseur yang berada tepat di bagian tengahnya dengan titik tertinggi pada Gunung Babel.
Chelyabinsk
Peristiwa jatuhnya meteor yang pernah jatuh ke Bumi juga terjadi di Rusia. Pada tahun 2013 lalu, tepatnya pukul 09.20, warga setempat dikejutkan oleh benda yang melaju dengan cepat di langit kota Chelyabinsk.
Batu raksasa tersebut berubah menjadi bola api dan melesat sangat cepat, hingga 22 kilometer per detik.
Setelah serangkaian penelitian, para ilmuwan menetapkan bahwa batu tersebut adalah meteor Apollo yang berukuran 20 meter. Meteor tersebut akhirnya meledak di langit dan melukai ribuan orang di sekitarnya.
Michigan
Negara bagian Amerika, Michigan mendapat tamu luar angkasa yang tidak diundang pada 6 Januari 2018 silam. Sekitar pukul 20.00 waktu setempat, terlihat kilatan cahaya yang tiba-tiba muncul dari langit malam.
Fenomena tersebut berhasil terekam oleh kamera pengawas. Ledakan tersebut menghasilkan gelombang kejut hingga mampu menggetarkan tanah sekitar.
Banyak orang menyangka bahwa ledakan itu adalah petir. Akan tetapi, Layanan Cuaca Nasional Detroit mengkonfirmasi bahwa itu adalah sebuah meteor yang pernah jatuh ke Bumi.
Jatuhnya Meteor di Indonesia
Meteor bisa kapan saja jatuh ke Bumi. Bahkan, Indonesia pernah menjadi tempat sasarannya.
Peristiwa tersebut terjadi pada tahun 2010 di daerah Duren Sawit, Jakarta. Batu yang menurut perkiraan melesat kencang dan membara di ketinggian 100 kilometer tersebut berhasil menghancurkan sebuah rumah warga.
Baca Juga: Proses Terjadinya Bintang Jatuh, Berikut Fakta Sebenarnya!
Kerusakan yang terjadi membuktikan adanya sisa-sisa benda yang terpapar panas tinggi. Analis LAPAN menuturkan bahwa itu adalah indikasi kuat dari jatuhnya meteorit.
Beberapa warga juga bersaksi melihat bola api melesat dengan cepat ke arah rumah tersebut. Dengan begitu, bertambahlah jumlah meteor yang pernah jatuh ke Bumi kita. (R10/HR-Online/Editor-Ndu)