Berita Jabar, (harapanrakyat.com),- Menteri BUMN, Erick Thohir, menyatakan sejak awal ia mendorong transformasi total bisnis yang PTPN Group jalankan.
“Termasuk PTPN VIII,” ucapnya, saat melakukan kunjungan ke Cianjur, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.
Erick mengungkapkan, konsep pengelolaan perkebunan jaman sekarang tidak seperti dulu alias sudah berubah.
Sekarang, kata Erick, tidak lagi mengandalkan alam, seperti tanah, matahari dan lainnya.
“Melainkan harus bisa diintervensi dengan riset dan teknologi,” katanya.
Dengan riset dan teknologi, lanjut Erick, tumbuhan yang awalnya tidak bisa tumbuh di suatu wilayah, kini bisa tumbuh.
Selain itu, Erick menegaskan, keseimbangan menjaga alam dan keseimbangan menjaga ekonomi merupakan sesuatu hal yang tidak dapat dipisahkan.
“PTPN yang berbisnis sawit, karet, teh dan lainnya, tolong dirawat. Dan pariwisata alam bisa dikembangkan dengan baik,” katanya.
PTPN VIII Kembangkan Program PMDK
Pada kesempatan yang sama, Direktur PTPN VIII Didik Prasetyo, mengungkapkan, pihaknya berusaha memanfaatkan aset perusahaan dengan menciptakan kemitraan usaha dengan masyarakat desa dan pelaku UMKM.
Didik menjelaskan, upaya itu sebagai bentuk Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PTPN VIII dan meningkatkan nilai tambah.
“Targetnya adalah masyarakat dan pelaku UMKM di sekitar kebun,” katanya.
Skema pemanfaatan aset PTPN ini, kata Didik, berlangsung dengan skema B2B (Business to Business) dan PMDK (Program Pemberdayaan Masyarakat Desa sekitar Kebun).
Program PMDK di Jawa Barat dan Banten
Didik menambahkan, formulasi kompensasi Program PMDK disesuaikan dengan kemampuan pendanaan pelaku UMKM dalam pengembangan usahanya.
Sementara ini, target program PMDK dilaksanakan di wilayah Jawa Barat dan Banten. (Deni/R4/HR-Online)