Ledakan bintang raksasa merah SN 2020tlf berhasil para ilmuwan saksikan secara langsung. Ini juga menjadi kali pertama ilmuwan astronom menyaksikan ledakan secara langsung.
Momen besar ini menjadi salah satu yang bersejarah untuk pemahaman manusia. Selama ratusan tahun, belum ada yang menjawab perihal kematian bintang.
Teori-teori beredar hanya sebuah kemungkinan dari penelitian yang terjadi. Dengan adanya ledakan ini, maka rahasia tersebut terbongkar sudah.
Baca Juga: Supermassive Black Hole Mini di Mrk 462 Baru Ditemukan Tertutup Kabut
Fenomena Ledakan Bintang Raksasa Merah SN 2020tlf
Bintang yang bersinar terang dengan jutaan cahaya juga bisa mati. Tidak ada yang tahu bagaimana proses gejolak kematian bintang sebelumnya.
Penelitian terhadap bintang terus berlanjut dalam ratusan tahun silam hingga hari ini. Teori mengenai terbentuk dan hancurnya bintang masih terus menjadi perbincangan.
Beberapa saat lalu, terjadi peristiwa bersejarah dalam ilmu astronomi. Para ilmuwan astronom melihat secara langsung ledakan yang terjadi pada bintang.
Melalui ledakan tersebut, para ilmuwan menyadari bahwa ada teori yang salah dalam pengetahuan bintang selama ini.
Sebelum peristiwa ini, para ilmuwan sudah memprediksi akan adanya ledakan pada bintang raksasa.
Mereka mengatakan bahwa bintang merah berukuran besar tersebut akan terdeteksi cenderung tenang sebelum meledak. Namun, dalam pengamatan baru menampakan hal yang berbeda.
Tim ilmuwan mendapati bintang tersebut memancarkan sebuah radiasi yang terang. Lebih lanjutnya seperti sesuatu yang lebih signifikan sedang terjadi di dalam bintang.
Wynn Jacobson-Galan, selaku penulis utama dari studi tersebut menjelaskan bahwa peristiwa ini adalah sebuah terobosan untuk memahami bintang masif sesaat sebelum mereka mati atau meledak.
Ia juga menambahkan bahwa ini pertama kalinya tim ilmuwan melihat ledakan bintang raksasa merah SN 2020tlf.
Baca Juga: Misteri Rumah di Bulan Mirip Kelinci Ditemukan Penjelajah Yutu 2 China
Menjadi Objek Pengamatan
Tentunya karena peristiwa ledakan ini termasuk yang bersejarah, para ilmuwan akhirnya melakukan penelitian. Sebelumnya, ternyata peneliti sudah menemukan bintang ini.
Mereka menemukan bintang merah raksasa pada musim panas 2020. Saat itu bintang tersebut mengeluarkan cahaya dalam jumlah besar.
Sejak saat itu, pengamatan mulai dilakukan. Para ilmuwan menggunakan teleskop Pan-STARRS yang berlokasi di Maui, Hawaii.
Selanjutnya, saat musim gugur bintang ini mengalami ledakan supernova berupa kilatan cahaya kuat yang peneliti rekam menggunakan Low Resolution Imaging Spectrometer (LRIS) Keck Observatory.
Melalui observasi terbaru ini, muncul data baru yang mengindikasikan kemungkinan sejumlah bintang akan mengubah struktur internalnya secara signifikan sebelum akhirnya meledak.
Baca Juga: Penampakan Planet Venus, Kapan Terlihat Terang di Langit Malam 2022?
Bintang akan mengalami ledakan supernova saat kehabisan bahan bakar. Mereka akan hancur akibat gravitasi dan dapat memicu ledakan fusi karbon besar-besaran.
Untuk mendapat julukan supernova, bintang setidaknya harus memiliki 8 hingga 15 kali massa matahari. Bintang-bintang besar yang meledak juga memiliki peluang untuk menjadi lubang hitam.
Ledakan bintang raksasa merah SN 2020tlf menjadi peristiwa penting bersejarah untuk keberlangsungan ilmu astronomi manusia. (R10/HR-Online)