Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Bupati Ciamis, Jawa Barat, Herdiat Sunarya mengajak pengurus dan anggota PPSI (Persatuan Pencak Silat Indonesia) untuk menghidupkan kembali pencak silat tradisional.
Menurutnya, pencak silat merupakan warisan budaya yang harus selalu dirawat dan dijaga.
“Banyak perguruan silat di Ciamis, semuanya harus tetap eksis melestarikan pencak silat,” ujar Herdiat Sunarya.
Herdiat menyampaikan hal itu saat menghadiri pelantikan Pengurus Daerah Persatuan Pencak Silat Indonesia, periode 2021-2025 di aula Kwarcab Pramuka Ciamis, Sabtu (15/1/2022).
Baca juga: Hari Pencak Silat Jabar Ditetapkan Pada Tanggal 12 Desember
Pada kesempatan itu, Herdiat juga didapuk sebagai dewan pembina PPSI Ciamis.
“Mari kita hidupkan kembali pencak silat tradisional di Ciamis, kalau bukan oleh kita sama siapa lagi,” katanya.
Pihaknya mengaku siap membantu pelestarian budaya pencak silat tradisional.
Sementara itu Imanuel Yahya Ketua umum DPD PPSI Kabupaten Ciamis, menyatakan PPSI ini sudah vakum selama 32 tahun.
Padahal menurut sejarah, PPSI dibentuk oleh Raden Natadikusuma di Galuh. “Oleh karena itu saya menginisiasi untuk pembentukan kembali PPSI,” katanya.
Ia menjelaskan, dulu PPSI dibentuk oleh ratusan paguron (perguruan silat).
“Saat ini kita mendata ada 38 paguron yang dulunya memprakarsai PPSI di Ciamis,” jelasnya.
Lanjutnya PPSI Ciamis ini dibentuk bukan hanya melestarikan pencak silat. Namun juga mendidik generasi penerus bangsa untuk menghadapi ancaman modernisasi.
“Pencak silat ini juga berperan mencetak karakter bangsa dan menjaga nilai nilai yang terkikis oleh perkembangan zaman yang serba digital,” tandasnya. (R8/HR Online/Editor Jujang)