Berita Banjar (Harapanrakyat.com),- Anggaran dana desa yang bersumber dari APBN 2022 untuk 16 Desa di Kota Banjar, Jawa Barat, mengalami penurunan Rp 9 miliar dari tahun 2021 lalu.
Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kota Banjar Sahudi mengatakan tahun 2021 anggaran dana desa untuk 16 desa Rp 25 miliar. Namun pada tahun ini anggaran tersebut mengalami penurunan sebesar Rp 9 miliar.
Tahun ini Kota Banjar hanya mendapat Rp 16 miliar dengan prioritas masih untuk penanganan Covid-19. Desa paling besar mendapat Rp 1.270.838.000 miliar dan paling kecil Rp 744.82.000 juta.
“Turun Rp 9 milyar. Prioritasnya masih untuk penanggulangan covid 19 dan peningkatan ekonomi masyarakat,” kata Sahudi, Jumat (14/1/2022).
Implementasi anggaran dana desa sesuai Perpres Nomor 104 tahun 2021 minimal 40 persen untuk perlindungan sosial berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT). 8 persen untuk penanganan Covid-19 dan program ketahanan pangan dan hewani minimal 20 persen. Sedangkan 32 persen untuk program prioritas lainnya.
“Untuk pengelolaan anggaran itu ketentuanya sesuai Pepres nomor 104 tahun 2021. Jadi pengalokasiannya tinggal menyesuaikan peraturan yang ada,” ujarnya.
Pemkot Banjar pun meminta kepada pemerintah desa agar mengalokasikan anggaran dengan efektif berdasarkan skala prioritas. Besaran jumlah perolehan dana desa ini berpengaruh pada pembangunan masing-masing desa.
“Untuk mensiasati agar program desa tetap berjalan nanti, sebaiknya ada perubahan target RPJMDes,” katanya. (Muhlisin/R9/HR-Online/Editor-Dadang)