Budidaya jahe merah kian menguntungkan di tengah pandemi Covid-19 saat ini. Pasalnya, jahe merah menjadi salah satu jenis obat herbal yang bisnis budidayanya menjadi perhatian di masa pandemi Covid-19 saat ini.
Kandungan curcumin yang terdapat dalam empon-empon ini diklaim dapat mencegah terjadinya badai sitokin yang mungkin terjadi di dalam paru-paru.
Baca juga: Pemerintah Uji Klinis Herbal Untuk Obat Corona, dari Jahe Merah hingga Pil Kina
Dengan adanya kondisi ini, maka olahan dengan berbahan dasar jahe merah menjadi buruan bagi masyarakat. Bahkan, di pasaran, komoditi akan jahe merah sempat sulit diperoleh.
Hal ini tentunya menjadi peluang tersendiri bagi para petani jahe. Dan tidak sedikit dari masyarakat semakin tertarik untuk melakukan budidaya ini.
Cara Budidaya Jahe Merah dengan Hasil Melimpah
Jahe merah selain dapat kita manfaatkan sebagai tanaman obat, peluang akan bisnis jahe merah juga masih terbuka sangat lebar. Hal ini dikarenakan permintaan pasar akan jahe jenis ini masih terbilang sangat tinggi.
Dalam menjalankan budidaya tanaman herbal satu ini sebenarnya cukup sederhana. Anda tidak perlu menggunakan lahan yang luas, budidaya tanaman ini dapat Anda lakukan pada lahan sempit sekalipun.
Menanam jahe merah, selain dapat Anda lakukan pada area persawahan, juga dapat Anda lakukan pada media karung atau polybag yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda.
Meskipun cukup mudah untuk Anda jalankan, akan tetapi budidaya jahe merah cukup memerlukan adanya kesabaran yang lebih. Pasalnya waktu panen dari budidaya tanaman herbal satu ini cukup lama.
Baca juga: Manfaat Jahe Merah yang Berkhasiat Atasi Pegal Linu Hingga Ejakulasi Dini
Berikut ini beberapa tips budidaya jahe merah agar hasil melimpah antara lain:
Syarat Tumbuh Jahe Merah
Terdapat beberapa karakteristik yang harus terpenuhi dalam menanam jahe merah. Beragam karakteristik tersebut antara lain:
- Jahe merah tumbuh pada iklim yang memiliki curah hujan antara 2.500 hingga 4.000 per tahun
- Jahe merah yang masih usia mudah yakni berusia 2 hingga 7 bulan memerlukan matahari yang cukup. Sehingga harus berada di tempat yang terbuka dengan suhu udara sedang.
- Rentang derajat keasaman tanah untuk pertumbuhan jahe merah cukup tinggi. Angka keasaman tersebut antara 4,3 hingga 7,4 serta tumbuh pada jenis tanah yang gembur serta mengandung humus.
Persiapan Lahan
Tahap penting pertama yang harus Anda lakukan dalam menjalankan budidaya jahe merah adalah dengan mempersiapkan lahan tanam.
Lahan tanam yang diperlukan haruslah dalam keadaan subur dan gembur. Seperti yang telah kita sebutkan sebelumnya bahwa kita dapat melakukan budidaya jahe merah pada lahan yang luas atau menggunakan polybag.
Jika Anda menggunakan lahan yang luas, adapun langkah pengolahan lahan untuk media tanam jahe merah antara lain:
- Cangkul atau baja tanah supaya gembur
- Buat bedengan dengan ukuran lebar 1m, panjang sesuai dengan lahan yang Anda miliki serta tinggi antara 25-30 cm
- Beri jarak 50 cm antar bedengan
- Langkah berikutnya taburkan pupuk kandang dengan dosis 10 kg untuk bedengan dengan memiliki luas 10m
- Selanjutnya buat lubang tanam dengan jarak 25 x 25 cm, dengan memiliki kedalaman lubang 25-30 cm
- Langkah berikutnya dalam persiapan lahan untuk budidaya jahe merah adalah dengan menggunakan pupuk kandang ke dalam lubang tanam sebanyak 0,5 kg
- Biarkan bedengan kurang lebih satu minggu sebelum proses tanam dilakukan.
Pemilihan Bibit
Langkah penting berikutnya dalam proses budidaya jahe merah adalah pemilihan bibit. Adapun proses pemilihan bibit jahe merah meliputi:
1. Persiapan Bibit
Supaya memperoleh hasil panen yang maksimal, salah satu yang perlu Anda lakukan adalah memilih bibit yang berkualitas.
Bibit yang berkualitas yaitu bibit yang memenuhi syarat mutu genetik, mutu fisiologik atau yang memiliki persentase tumbuh tinggi, serta memiliki mutu fisik yang baik artinya bebas hama dan penyakit.
Untuk kriteria bibit budidaya jahe merah yang siap tanam adalah:
- Memiliki ukuran yang besar
- Kondisi rimpang utuh serta tidak cacat.
- Memiliki warna merah menyala
- Memiliki kondisi yang segar, tidak keriput serta mempunyai kadar air yang banyak.
Bibit jahe merah yang siap tanam berasal dari jahe yang sudah tua yakni yang berusia antara 9 hingga 10 bulan. Rimpang jahe yang baru dipanen sebaiknya Anda jemur sementara atau tidak sampai kering.
Selanjutnya simpan kurang lebih 1 hingga 1,5 bulan. Sebaiknya jangan menyimpan rimpang bibit terlalu lama. Hal ini akan mempengaruhi mutu bibit jahe merah.
2. Penyemaian Bibit
Untuk memperoleh hasil budidaya jahe merah yang maksimal serta terukur, sebaiknya jika melakukan penyemaian terhadap bibit terlebih dahulu.
Apabila Anda melakukan proses penyemaian terlebih dahulu, maka Anda dapat memilih serta meninjau pertumbuhan bibit yang baik serta layak tanam.
Baca juga: Bisnis Olahan Jahe Merah di Banjar Menjanjikan
Proses penyemaianan bibit jahe merah adalah setelah proses memilih rimpang sesuai dengan kriteria di atas sebagai benih. Langkah berikutnya letakkan rimpang pada ruangan yang sejuk.
Selanjutnya siram dengan menggunakan air yang cukup hingga rimpang mengeluarkan mata tunas. Selama proses tersebut, lakukan penyiraman serta buang rimpang yang busuk.
Apabila rimpang sudah mengeluarkan tunas, maka rimpang pun siap tanam. Bibit yang telah siap tanam adalah bibit yang telah mempunyai tunas sekitar 5 hingga 10 cm.
Proses Penanaman
Tahapan selanjutnya dalam menjalankan budidaya jahe merah adalah proses penanaman. Penanaman sebaiknya Anda lakukan setelah musim hujan selesai serta memasuki musim kemarau.
Karena, jika terlalu banyak air maka rimpang akan mudah membusuk. Proses penanaman jahe merah dapat Anda lakukan dengan cara berikut ini:
- Pertama, masukkan rimpang jahe ke dalam lubang tanaman serta tutup kembali dengan menggunakan tanah hingga rata. Akan tetapi proses penutupan ini jangan sampai menutupi bagian tunasnya.
- Berikutnya, taburkan furadan untuk mencegah adanya serangan jamur pada rimpang
- Proses selanjutnya, siram dengan air secukupnya.
- Periksa bibit apabila tunas tidak tumbuh dalam waktu 1 minggu
- Kemudian lakukan penyulaman apabila terdapat bibit yang perlu Anda ganti. Hal ini bertujuan supaya tanaman dapat tumbuh secara bersamaan dan dapat panen pada waktu yang sama.
Selama masa pertumbuhan, tanaman jahe merah memerlukan intensitas sinar matahari yang tinggi. Terutama pada saat jahe berusia 2,5 bulan hingga 7 bulan.
Dalam budidaya jahe merah harus ditempatkan pada lahan yang terbuka dengan intensitas sinar matahari 70 sampai 100%. Pastikan tanaman jahe merah ini ternaungi sinar matahari.
Proses Pemeliharaan
Dalam menjalankan budidaya jahe merah, proses pemeliharaannya pun cukup mudah. Pemeliharaan jahe merah meliputi penyiraman, penyiangan, penggemburan tanah, pemberian pupuk serta pengendalian hama atau penyakit.
1. Penyiraman
Penyiraman dapat Anda lakukan secukupnya saja. Pasalnya tanaman jahe merah merupakan jenis tanaman yang tidak memerlukan air yang banyak untuk pertumbuhannya. Selanjutnya lakukan penyiraman minimal 3 hingga 4 hari sekali pada saat media tanam kering.
Penyiraman yang terlalu berlebihan justru akan menyebabkan busuknya rimpang. Selanjutnya penyiraman dapat dilakukan 3 hari sebelum panen, hal ini bertujuan untuk mempermudah pengambilan rimpang.
2. Penyiangan
Proses perawatan dalam budidaya jahe merah selanjutnya adalah penyiangan. Supaya pertumbuhan tanaman jahe merah dapat optimal, maka penyiangan harus Anda lakukan secara rutin setiap 2 hingga 3 minggu atau apabila nampak tumbuh rumput atau gulma.
Penyiangan dapat Anda lakukan dengan cara mencabut rumput yang ada di sekitar tanaman supaya tidak menjadi sarang hama dan penyakit.
3. Pemberian Pupuk
Proses pemupukan adalah hal penting yang perlu Anda lakukan dalam budidaya jahe merah. Pemupukan dapat Anda lakukan pada saat awal masa tanam.
Sebaiknya menggunakan pupuk organik atau pupuk kandang saja. Sebab, sebenarnya tanpa Anda pupuk pun tanaman jahe merah sudah dapat tumbuh dengan baik. Akan tetapi, untuk memperoleh kualitas umbi yang bagus, perlu diberikan pupuk tambahan.
Pemupukan sebaiknya Anda lakukan minimal tiga kali hingga masa panen tiba. Pemupukan pertama dapat Anda lakukan pada saat tanaman berusia 1 bulan setelah tanam.
Selanjutnya pada saat tanaman berusia 2 bulan setelah masa tanam. Pemupukan terakhir pada saat tanaman berusia 3 bulan setelah masa tanam.
Pemupukan dapat Anda lakukan dengan cara memberikan pupuk langsung di sekitar tanaman. Sebaiknya pupuk yang Anda berikan dalam keadaan kering dan sudah difermentasi atau menggunakan bokashi.
Pengendalian Hama dan Penyakit
Jenis penyakit yang dapat Anda temukan pada budidaya jahe merah antara lain:
1. Penyakit Layu Bakteri
Dalam budidaya jahe merah Ana juga perlu memperhatikan adanya penyakit layu bakteri. Gejala dari penyakit ini pada mulanya helaian daun pada area bawah melipat serta menggulung.
Lalu, terjadi perubahan dari warna, yang mulanya hijau menjadi warna kuning dan akhirnya mengering. Berikutnya tunas batang akan membusuk dan akhirnya tanaman jahe akan mati rebah.
Jika Anda perhatikan, rimpang yang sakit akan berwarna gelap serta sedikit membusuk. Apabila rimpang Anda potong maka nantinya keluar lendir yang warnanya putih susu hingga kecoklatan.
Perlu diketahui, jika penyakit ini memang menyerang tanaman seperti jahe pada umur 3 hingga 4 bulan. Kemudian, yang paling berpengaruh ialah faktor suhu udara yang dingin, genangan air serta kondisi tanah yang terlalu lembab.
Untuk pengendalian penyakit ini hal yang perlu Anda perhatikan adalah jaminan kesehatan bibit jahe. Jika sudah mulai ada gejala-gejala awal, karantina tanaman jahe yang terkena penyakit.
Pengendalian untuk budidaya jahe merah selanjutnya adalah pengolahan tanah yang baik. Lalu, penyemprotan dengan menggunakan fungisida Dithane M-45 (0,25%) dan Bavistin (0,25%).
.2. Penyakit Bercak Daun
Penyakit ini dapat menular dengan adanya tiupan angin serta akan masuk melalui luka ataupun tanpa luka. Untuk gejalanya pada daun yang akan terdapat bercak berukuran 3-5 mm.
Selanjutnya bercak akan berwarna abu-abu dan pada bagian tengahnya terdapat bintik-bintik berwarna hitam dan bagian pinggir akan busuk dan basah.
Baca juga: Manfaat Jamur Kuping Ternyata Ampuh Usir Penyakit Mematikan
Tanaman jahe merah yang terserang akan mati. Untuk pengendaliannya, Anda dapat melakukan tindak pencegahan ataupun penyemprotan penyakit bercak daun sama seperti cara-cara di atas.
Tahap Pemanenan
Tahapan berikutnya dalam proses budidaya jahe merah selanjutnya adalah pemanenan. Pemanenan dapat dilakukan saat tanaman jahe berusia 9-10 bulan.
Jahe merah yang telah siap panen adalah jahe yang telah melewati masa mengering. Hal ini nampak pada batang dan daunnya yang mulai mengering dan menguning.
Pertama gemburkan tanah supaya proses pemanenan mudah Anda lakukan. Pemanenan dapat Anda lakukan dengan mencabut tanaman jahe mulai dari batang hingga umbinya.
Lalu potong pangkal batangnya. Berikutnya pisahkan antara umbi jahe merah yang sehat dan tidak. Selanjutnya letakkan umbi pada wadah yang bersih supaya kesegaran jahe tetap terjaga.
Demikianlah beberapa tahapan dalam menjalankan budidaya jahe merah yang dapat Anda lakukan. Selain manfaatnya yang cukup beragam, budidaya tanaman herbal satu ini dapat menjadi peluang bisnis yang cukup menjanjikan bagi Anda. (R10/HR-Online)