Bentuk orbit planet memang unik untuk dipelajari. Orbit planet ini suatu lintasan tepat yang dilalui benda atau planet dalam peredarannya mengelilingi benda langit lainnya dengan gaya gravitasi besar.
Sebelum diketahui hukum ini, manusia menganut paham geosentris. Sebuah paham yang percaya Bumi adalah pusat alam semesta.
Hal ini berdasar pada pengalaman inderawi manusia yang terbatas mengamati benda langit bergerak. Pernyataan ini dikembangkan astronom Yunani Claudius Ptolemeus yakni 100-170 M dan mampu bertahan 1400 tahun. Apa bentuknya?
Bentuk Orbit Planet Menurut Penelitian
Seorang astronom Nicolaus Copernicus mencetuskan model heliosentris. Artinya Bumi dan planet lainnya mengelilingi matahari masih dalam lintasan yang melingkar.
Namun pendapat ini lebih baik dari sebelumnya. Hanya saja, anggapannya masih pada lingkaran sebagai bentuk lintasan gerak suatu planet.
Orbit melalui analisis secara sistematis oleh Johannes Kepler memiliki kesimpulan. Merumuskan bahwa hasil perhitungannya dalam hukum kepler terkait gerak suatu planet.
Baca Juga: Status Planet Pluto Masih Menjadi Kontroversi, Ini Penjelasan Ilmuwan!
Dari penelitiannya menemukan bahwa orbit planet tata surya berbentuk elips. Hal ini membantah pendapat sebelumnya yang menyatakan bentuknya adalah lingkaran.
Sebagaimana planet, asteroid, komet, dan objek lainnya di tata surya adalah mengorbit matahari. Hampir seluruh objek mengorbit, bergerak sepanjang waktu, dan mendekati permukaan datar imajiner.
Permukaan tersebut namanya bidang ekliptika. Seperti yang sudah terungkap bahwa semua bentuk orbit planet adalah elips hampir mirip dengan oval.
Hanya saja, untuk planet orbitnya hampir melingkar. Sementara satelit mengorbit Bumi tidak selalu berada di jarak yang sama setiap waktu.
Berkaitan Dengan Hukum Gerak Newton
Pada planet titik di orbitnya yang cukup dekat dengan matahari adalah perihelion. Namun titik terjauhnya aphelion.
Pada abad ke-17, Johannes Kepler akhirnya menunjukkan bahwa orbit planet berbentuk elips. Hasilnya hukum gerak Newton menegaskan ini semua. Bahkan pemodelan orbit planet sebagai elips sangat akurat.
NASA sendiri menerbitkan parameter orbit yang menentukan elips untuk orbit planet. Efek gravitasi planet lain terus-menerus mengganggu orbit. Inilah yang menyebabkan orbit planet terkadang tidak benar-benar elips.
Orbit Bumi menjadi contoh yang baik. Waktu perihelion saat Bumi paling dekat dengan matahari seharusnya memang hampir sama di setiap tahunnya.
Namun hal ini semakin lambat sekitar satu hari setiap 70 tahun karena suatu presesi. Oleh karena itu, harus mengikuti suatu pola.
Baca Juga: Planet Terdingin di Tata Surya Disandang Uranus, Ini Alasannya!
Fakta perihelion dapat terjadi kapan saja. Selain itu, dapat bervariasi beberapa hari dari tahun ke tahun. Salah satu penyebabnya adalah bentuk orbit planet yang berubah terus-menerus.
Bumi mencapai aphelion selama musim panas pada belahan Bumi utara. Sedangkan waktu yang dibutuhkan satelit untuk melakukan satu kali orbit penuh atau periode.
Sebagai contoh, Bumi memiliki periode orbit satu tahun. Sehingga kemiringan adalah sudut yang bidang orbit buat daripada ekuator Bumi.
Bagaimana Planet Tetap Diorbit?
Pada dasarnya, suatu benda akan tetap bergerak kecuali terjadi tarikan atau dorongan. Hal ini terdapat dalam pernyataan hukum Newton.
Tanpa adanya gravitasi, maka satelit yang mengorbit Bumi akan meluncur keluar angkasa. Sebuah tarik-menarik konstan terjadi antara kecenderungan satelit untuk bergerak dalam suatu garis lurus. Lalu terjadi tarikan gravitasi menarik satelit kembali.
Kepler hadir dengan tiga hukum yakni bentuk orbit planet adalah elips dengan matahari di salah satu dari dua fokus yang ada.
Baca Juga: Ciri Planet Terestrial yang Memiliki Kemiripan Dengan Bumi
Kedua, garis yang menghubungkan planet dan matahari menyapu luas sama selama selang waktu bersamaan.
Ketiga adalah periode orbit planet sebanding dengan pangkat tiga sumbu semi mayor orbitnya. Sumbu mayor merupakan jarak dari pusat elips ke tepi sepanjang jarak terpanjang.
Hukum pertama adalah orbit planet tidak selalu sama jaraknya dari matahari. Misalkan saja jarak terdekat Bumi dengan matahari adalah 91 juta mil. Momentum objek serta gaya gravitasi haruslah seimbang agar orbit terjadi.
Apabila momentum maju benda terlalu besar, maka akan melaju melewatinya dan tidak masuk ke orbit tersebut. Namun sebaliknya, jika momentum terlalu kecil, maka benda akan tertarik ke bawah dan menabrak.
Sehingga gaya ini harus seimbang. Benda selalu jatuh ke arah planet, namun bergerak ke samping secara cepat sehingga benda ini tidak mengenai planet. Jadi, bentuk orbit planet adalah elips. (R10/HR-Online/Editor-Ndu)