Berita Tasikmalaya (Harapanrakyat.com),- Di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, ada petani melon yang menjual hasil panennya dengan membolehkan pembeli petik langsung dari kebunnya. Petani itu adalah Dadan Ridwan (30) yang sukses dalam berbisnis melon. Ia menanam melon di Green House Kawasan Obyek Wisata Karangresik, Kota Tasikmalaya.
Harga melon petik langsung ini Rp 25 ribu per kilogram. Dengan konsep ini, pembeli bisa datang langsung ke kebun kemudian memetik melon bersama keluarga. Pembeli pun boleh berfoto ria sepuasnya.
Sebelum memetik melon ini, pengelola memberi cara agar melon tidak cepat busuk. Melalui cara memetik yang benar, melon bisa bertahan hingga sebulan. Rasa melon ini pun manis dan berkualitas. Jenisnya, Golden melon, Sakata, Kirani dan Adinda.
“Kalau untuk memetik melon itu sendiri tentunya melon ini harus ada leter T itu ciri khas melon. Jangan sampai kita metik langsung pada pangkalnya. Itu akan mempercepat proses pembusukan,” ujar Dadan, Kamis (20/1/2022).
Dadan pemilik kebun sebelumnya pernah magang di Jepang. Kemudian ia menimba ilmu cara menanam melon. Setelah pulang ke Tasikmalaya, Dadan pun menerapkan ilmu yang ia dapat menanam melon di beberapa tempat berbeda. Hasilnya pun luar biasa, dalam sekali panen mampu meraup omset sampai puluhan juta.
Dadan mengatakan untuk menghasilkan melon berkualitas, petani harus fokus dalam merawatnya. Selain itu, pilih benih berkualitas dan bersertifikat agar menghasilkan melon kualitas premium.
“Bibitnya masih produk lokal, karena kita usahakan cintai produi lokal. Mau musim hujan atau kemarau, kita tetap bisa menanam. Menanam dalam green house ini lebih mudah, tidak sesulit menanam di ladang,” ucapnya.
Sedikitnya ada 3.000 pohon melon yang ditanam Dadan di dalam green house di Kota Tasikmalaya. Setelah 90 hari masa tanam, saat ini semua melon sudah siap panen.
“Bagi saya menjual melon dengan konsep petik langsung ini menguntungkan. Kita bisa mendapat promosi dari pengunjung setelah berfoto-foto dan mengunggahnya ke media sosial,” pungkasnya. (Apip/R9/HR-Online/Editor-Dadang)