Ada asteroid yang pernah jatuh ke Bumi dan berukuran sangat besar. Benda luar angkasa yang juga terkenal dengan planet mini ini ternyata ada yang pernah menabrak Bumi.
Mendengar berita mengenai asteroid yang melintasi Bumi sepertinya sudah sangat biasa. Setiap tahunnya, beberapa asteroid memang selalu bergerak mendekat matahari yang berarti melewati Bumi.
Namun, tidak pernah terpikirkan rasanya jika asteroid tersebut menabrak Bumi. Kendati demikian, ternyata beberapa ilmuwan menemukan beberapa bukti asteroid yang pernah jatuh ke planet ini.
Daftar Asteroid yang Pernah Jatuh ke Bumi
Penemuan asteroid di Bumi biasanya bekas peristiwa miliaran tahun lalu. Bahkan, ada teori yang menyebut bahwa jatuhnya asteroid yang memusnahkan kehidupan purba dulu.
Baca Juga: Pengertian Bintang Kejora, Cahaya Keperakan yang Stabil dari Venus
Binatang-binatang besar, seperti halnya dinosaurus reptil, mamalia, dan burung musnah karena adanya tabrakan asteroid ke dan Bumi.
Saking dahsyatnya, tempat jatuhnya asteroid menyisakan tanda yang khas, seperti lereng atau lainnya. Ini adalah asteroid yang pernah ditemukan.
Vredefort
Dalam sejarah Bumi, tercatat bahwa planet ini pernah mengalami hujan puing-puing luar angkasa yang besar. Salah satu dari puing itu adalah Vredefort.
Vredefort memiliki ukuran 300 kilometer. Perkiraan jatuhnya asteroid ini adalah pada 2 miliar tahun silam di Afrika Selatan.
Sebuah studi yang para ahli geokronologi dari Western University Ontario lakukan menyebut bahwa asteroid atau meteor ini berukuran 10 kilometer.
Hasil jatuhnya asteroid Vredefort adalah sebuah lubang kawah yang 10 kali lebih dalam dari Grand Canyon.
Chicxulub
Asteroid yang pernah jatuh ke Bumi ini menjadi bencana kehidupan paling terkenal. Menurut penelitian, meteorit Chicxulub yang berhasil memusnahkan dinosaurus dengan tiga per empat kehidupan di Bumi.
Baca Juga: Penemuan Karbon di Mars oleh Robot NASA, Jadi Tanda Kehidupan?
Kejatuhan meteorit atau asteroid ini terjadi sekitar 65 juta tahun yang lalu. Jatuhnya Chicxulub membentuk kawah raksasa yang sangat lebar, lebih dari 180 km di Meksiko.
Kawah tersebut juga menjadi yang paling muda dan dapat terakses dengan mudah di Tata Surya. Kemungkinan juga meteor ini meledak dan melepaskan energi sebanyak 100 triliun ton.
Jumlah tersebut sama dengan 1 miliar kali lebih besar dari ledakan bom atom yang berhasil menghancurkan Hiroshima dan Nagasaki Jepang pada tahun 1945.
Marokweng
Bukti dari jatuhnya asteroid ke Bumi lagi-lagi berada di Afrika Selatan. Terdapat sebuah kawah di tepi Gurun Kalahari.
Kawah tersebut memiliki ukuran mencapai 70 kilometer. Wilayah kawah mengalami pelapukan dengan anomali magnetik melingkar di batuan.
Pada tahun 2006, tim peneliti berhasil menemukan fragmen meteorit berukuran 25 centimeter. Mereka memperkirakan asteroid ini menghantam Bumi sekitar 145 juta tahun lalu.
Sudbury
Di benua Amerika, wilayah Kanada, terdapat kawah yang diperkirakan hasil asteroid pernah jatuh ke Bumi. Para peneliti memperkirakan usia kawah ini sudah mencapai 1,8 miliar tahun.
Sudbury menjadi salah satu kawah meteor yang terbesar di Bumi dengan diameter 150 hingga 250 kilometer.
Pada studi terbaru tahun 2015, diperkirakan kawah terbentuk dari benturan meteor atau komet yang berukuran 15 kilometer.
Hal itu berdasarkan sampel yang ilmuwan kumpulkan sejak tahun 2013, yaitu lapisan batuan setebal 1,5 kilometer.
Tunguska
Pada 1908, sekitar 80 juta pohon menghilang dari atas area seluas 200 kilometer persegi di kedalaman hutan Siberia.
Baca Juga: Planet Ekstrasurya WASP-103b Berbentuk Aneh, Lebih Besar dari Jupiter!
Para ilmuwan percaya bahwa hal tersebut merupakan akibat dari hantaman meteor. Perkiraan ukuran metero tersebut memiliki tinggi yang mencapai 190 meter ke permukaan Bumi.
Woodleigh
Sebuah kawah dengan radius 25-74,5645 mil atau sekitar 120 km terdapat di sebelah timur Shark Bay, Gascoyne, Australia Barat. Perkiraan terbentuknya kawah ini sekitar 360 juta tahun lalu.
Tumbukan asteroid yang pernah jatuh ke Bumi adalah dugaan paling kuat asal-usul kawah ini. Komet yang menghantam Bumi berkisar 5 hingga 6 kilometer, bahkan ada yang menyebutnya 12 kilometer.
Chelyabinsk
Jika yang lainnya terjadi ratusan hingga miliaran tahun lalu, maka peristiwa satu ini termasuk baru. Pada tahun 2013, penduduk Chelyabinsk, kota di Rusia barat daya juga terkejut dengan bola api raksasa.
Bola api itu melesat cepat dan meledak di langit yang melukai ratusan orang. Lebih lanjutnya, NASA memperkirakan bahwa benda itu bernama chondrite atau meteorit non logal.
Benda tersebut memang tidak terlalu besar, yakni hanya sekitar 15 sampai 19 meter. Meski begitu, jatuhnya asteroid modern yang melukai banyak orang tetap sangat berbahaya.
Semua asteroid yang pernah jatuh ke Bumi akan meninggalkan bekas abadi. Hal itu menjadi bukti sekuat apa energi yang mereka timbulkan dulu, bahkan bisa memusnahkan peradaban. (R10/HR-Online/Editor-Ndu)