Struktur lapisan tanah secara umum terdiri dari 4 bagian. Lapisan tanah dapat kamu bedakan secara vertikal dan karakteristiknya.
Pengertian dan Jenis Struktur Lapisan Tanah
Tanah merupakan bagian teratas dari lapisan kerak bumi. Struktur pembentuk tanah berasal dari batuan yang mengalami pelapukan dan bercampur dengan sisa-sisa bahan organik lainnya.
Dapat kamu simpulkan, tanah adalah sebuah penggabungan tubuh alam yang menghasilkan suatu proses perusakan serta pembangunan.
Baca Juga: Perbedaan Mitosis dan Meiosis pada Proses Pembelahan Sel
Tahapan perusakan meliputi pelapukan serta pembusukan bahan-bahan organiknya. Setelah rusak, maka terjadi proses pembangunan dengan pembentukan mineral baru asal batuan induk.
Apa Itu Lapisan Tanah?
Lapisan tanah adalah sebuah struktur penggolongan tanah berdasarkan letaknya secara vertikal. Artinya, lapisan tanah terdiri dari bagian induk, bawah dan atas.
Bagian-bagian tersebut akan terbagi menjadi beberapa bagian yang disebut horizon tanah. Struktur lapisan tanah umumnya terdiri dari 4 bagian utama.
Horizon O
Dalam lapisan horizon O terkandung banyak materi organik. Lapisan pertama ini sangat kaya akan humus dan penyubur tanah
Ciri utama horizon O adalah warnanya yang gelap dan memiliki ketebalan sedikit, yakni sekitar 13 hingga 25 cm.
Warna gelap yang muncul disebabkan oleh sisa makhluk hidup seperti ranting dan daun yang sudah membusuk.
Oleh karena kandungan tersebutlah membuat lapisan ini sangat optimum untuk kehidupan tumbuh-tumbuhan.
Horizon A
Lapisan tanah ini sering disebut dengan top soil atau tanah liat. Horizon A memiliki rata-rata ketebalan antara 50 cm hingga 1 meter.
Baca Juga: Contoh Fluida Statis dalam Kehidupan Sehari-Hari
Lapisan horizon A ini sebenarnya terbentuk karena campuran pelapukan yang ada di lapisan bawah terbawa air dan mengendap. Ciri utama tanah ini adalah lapisan atasnya bersifat lebih padat.
Horizon B
Lapisan tanah selanjutnya ini juga terkenal dengan sebutan subsoil. Horizon B adalah zona eluviasi, yaitu tempat pengendapan partikel tanah yang terkena pencucian dan larut dari horizon A.
Struktur lapisan tanah subsoil dapat kamu tandai dengan warnanya yang lebih terang. Warna itu terjadi karena pada horizon A tidak mengandung bahan-bahan organik sehingga tidak subur.
Horizon C
Lapisan ini dikenal sebagai zona regolith yang merupakan lapisan batuan dasar. Pada bagian terjadi proses penghancuran dan pelapukan.
Batuan yang berada di lapisan ini berasal dari tanah sudah mengeras pada waktu sangat lama. Ciri utama lapisan tanah ini adalah memiliki warna abu-abu hingga sedikit keputihan.
Batuan induk sangat berpengaruh besar pada pembentukan tanah karena berkaitan dengan sifat tanah yang dihasilkan. Jenis batuan induk berupa sedimen, metamorf, hingga beku.
Horizon D
Pasa dasarnya lapisan ini sama dengan horizon D. Hal yang membedakan hanya bantu induk pada horizon D masih utuh dan belum mengalami proses pelapukan.
Kelompok Tanah
Setelah mengetahui struktur lapisan tanah, maka kamu akan belajar kelompok tanah. Tanah terbagi menjadi dua kelompok, yaitu:
Tanah Mineral
Kelompok atau jenis tanah ini terbentuk dari proses pelapukan batuan induk. Sebagian besar tanah mineral memiliki diameter kurang dari 2,0 mm.
Jenis tanah ini bisa kamu temukan di air selama kurang dari 30 hari sepanjang tahun. Bernama tanah mineral karena kurang dari 20% kandungannya yang berupa karbon organik.
Tanah Organik
Jenis tanah ini biasa bermanfaat untuk dekomposisi bahan tumbuhan dan hewan. Tanah organik memberi makan.
Baca Juga: Proses Terjadinya Tornado, Si Angin Ribut yang Merugikan
Lalu menghidupkan kembali tanah dengan bantuan mikroorganisme di dalamnya. Secara alami, tanah ini kaya akan kandungan organik terutama karena pengaruh iklim.
Manfaat Lapisan Horizon Tanah
Setiap struktur lapisan tanah terbagi menjadi bagian yang disebut horizon. Lapisan tersebut tersusun dalam sebuah kesatuan yang bisa kamu sebut profil tanah.
Adanya pengelompokan profil tanah tersebut bukanlah tanpa tujuan. Horizon tanah berfungsi untuk mengetahui kedalaman suatu lapisan tanah.
Kedalaman tanah berguna untuk para petani sebelum mulai menanam tanaman berakar pendek, seperti kedelai dan padi.
Selain itu, pengelompokkan secara horizon juga berguna untuk mengetahui tingkat kesuburan tanah.
Kamu jadi lebih mudah mengetahui apakah lapisan tanah tersebut subur atau tidak dengan melihat tingkat unsur organik dan warna yang tanah tersebut hasilkan.
Struktur lapisan tanah dapat terbilang subur apabila mengandung banyak unsur organik, contohnya pada horizon B. (R10/HR-Online/Editor-Ndu)