Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Terhitung sejak 20218 jabatan kepala sekolah di Kota Banjar, Jawa Barat, yang mengalami kekosongan, kini sudah terisi setelah 44 orang dilantik dan disumpah sumpah jabatan sebagai Kepala UPTD SD Negeri.
Walikota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih melantik 44 orang kepala sekolah tersebut di Aula Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banjar, Kamis (09/12/2021).
Ade Uu mengatakan, berdasarkan Permendikbud Nomor 6 Tahun 2018 tentang Penugasan wajib memiliki STTPP (Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan) sebagai calon kepala sekolah.
“Salah satu syarat administrasi pengangkatan, mereka calon kepala sekolah wajib memiliki STTPP, dan itu berdasarkan Permendikbud Nomor 6 Tahun 2018,” terangnya.
Ade Uu menjelaskan, kekosongan jabatan kepsek tersebut cukup lama, yaitu sejak tahun 2018. Karena memang calon kepala sekolahnya belum memiliki STTPP. Sehingga jabatan tersebut hanya diisi oleh Pelaksana tugas (Plt).
Baca Juga : Disdikbud Kota Banjar Bantah Anggapan tidak Perjuangkan Nasib Guru Sukwan
Adu Uu berharap, bagi para kepala sekolah yang baru saja menjalani pelantikan dapat memberikan contoh baik dan dorongan kepada para guru, tenaga kependidikan, serta siswa agar dapat meningkatkan prestasi.
Terpisah, Kadisdikbud Kota Banjar, H. Lukmanulhakim, melalui Kabid. Tendik, Neni Susiyani mengatakan, sebelumnya kekosongan jabatan tersebut terkendala oleh pelaksanaan Diklat yang tertunda akibat pandemi Covid-19.
“Kendalanya yang saya tahu dulu kita sudah menganggarkan untuk Diklat calon kepala sekolah. Dalam dua tahun yang lalu itu, satu tahun karena kekosongan sebelumnya. Tapi karena pandemi, jadi pelaksanaan pendidikan itu tertunda sampai akhirnya tidak bisa terlaksana,” terang Neni.
Ia juga menyebutkan, setelah pelantikan kepala sekolah tersebut, masih ada delapan sekolah lagi yang mengalami kekosongan jabatan. Karena tahun 2022 ada yang pensiun.
Pihaknya pun mengingatkan kepada para kepala sekolah supaya dapat menjadi motor bagi program sekolah penggerak kedepannya.
“Kota Banjar siap menunggu sekolah penggerak di era merdeka belajar,” pungkas Neni. (Sandi/R3/HR-Online/Editor-Eva)