Proses terjadinya lubang ozon tidaklah dalam waktu singkat. Tahun 2020 lalu para ilmuwan melaporkan adanya lubang besar yang terbuka secara misterius di lapisan ozon.
Lubang ozon tersebut para ilmuwan temukan di atas Kutub Utara. Mereka juga mengklaim bahwa terbentuknya lubang pada lapisan ozon tersebut bukanlah fenomena alam biasa, melainkan akibat dari reaksi ozon dengan senyawa lain.
Terbentuknya lubang pada lapisan ozon ini merupakan sebuah dampak nyata yang terjadi karena global warming.
Bagaimana Proses Terjadinya Lubang Ozon Atmosfer?
Ozon merupakan sebuah lapisan udara yang berada di atmosfer pada ketinggian 20-35 km di atas permukaan Bumi. Lapisan ozon mengandung molekul ozon dengan konsentrasi hingga 10 ppm.
Lapisan ozon terbentuk karena adanya pengaruh dari sinar ultraviolet yang berinteraksi dengan oksigen di dalam atmosfer. Keberadaan lapisan ini sangatlah penting bagi kehidupan di Bumi.
Para ilmuwan sudah melakukan berbagai riset dan penelitian terhadap ozon menyatakan bahwa lapisan atmosfer ini berfungsi sebagai pelindung dari radiasi sinar UV.
Dengan adanya lapisan ozon, maka kehidupan serta ekosistem makhluk hidup di Bumi dapat berjalan dengan baik. Namun, fungsi dari lapisan ozon tidak akan maksimal jika lapisannya terus menipis.
Baca Juga: Asteroid 2014 YE15 Akan Melintasi Bumi, Apakah Berbahaya?
Terkait proses terjadinya hal ini, pada musim semi 2020 lalu, para ilmuwan menemukan sebuah lubang yang terduga ada pada lapisan ozon tepat di atas Kutub Utara.
Lubang tersebut ilmuwan temukan melalui data satelit dan segera melakukan penelitian terhadap lubang tersebut.
Akibat dari rekor suhu permukaan laut pasifik yang naik menyebabkan terbentuknya lubang ozon di Kutub Utara.
Akibat Dari Global Warming
Proses terjadinya lubang ozon adalah karena adanya perubahan suhu yang ekstrim di Bumi. Adanya gas atau senyawa yang masuk ke lapisan ozon juga menjadi penyebab terjadinya lubang di sana.
Baca Juga: Black Hole Terbesar di Alam Semesta yang Masih Jadi Misteri Hingga Kini
Gas yang berpengaruh paling besar atas menipisnya ozon adalah CFC. CFC atau Klorofluorokarbon adalah sebuah senyawa organik yang di dalamnya terdapat flor, klorin, dan karbon.
Gas CFC juga merupakan derivat volatil dari propana, metana, etana, dan terkenal dengan merek DuPont Freon.
CFC biasanya digunakan untuk bahan pendingin seperti AC, kulkas, dan bahan aktif pemadam kebakaran.
Jika terdapat gas CFC berlebih, maka akan naik dengan bebas ke atmosfer hingga mencapai lapisan stratosfer tempat ozon berada. Proses terjadinya lubang ozon pun mulai terlihat.
Setelah menembus lapisan ozon, maka gas akan bereaksi sangat cepat saat bertemu dengan senyawa di dalam ozon.
Pasalnya, sebagian besar CFC terbentuk atas klorin. Reaksi antara klorin dari CFC dan oksigen dari ozon menyebabkan terjadinya pemanasan global.
Pemanasan global atau global warming tersebut dapat menyebabkan lapisan ozon terus menipis sehingga terjadi lubang ozon.
Dampak Lubang Ozon untuk Kehidupan di Bumi
Proses terjadinya lubang ozon sangat berdampak bagi kehidupan di Bumi. Seperti yang sudah dijelaskan bahwa ozon memiliki fungsi untuk melindungi Bumi dari radiasi sinar UV langsung.
Baca Juga: Planet Terdingin di Tata Surya Disandang Uranus, Ini Alasannya!
Jika terjadi lubang pada ozon, maka tidak ada penahan radiasi sinar UV yang kuat dan hal tersebut sangat membahayakan.
Meningkatnya Penyakit Infeksi
Lubang yang terjadi di ozon dapat menyebabkan peningkatan penyakit pada manusia di Bumi. Sebagai contoh adalah ketika suhu udara meningkat, maka populasi nyamuk akan bertambah.
Nyamuk-nyamuk tersebut dapat menjadi sumber penyakit, seperti malaria, demam berdarah, dan lainnya.
Suhu yang Tidak Menentu
Tidak adanya lapisan yang menahan sinar matahari menyebabkan suhu di Bumi tidak menentu. Suhu akan naik dan turun secara ekstrim.
Hal tersebut tentunya sangat berpengaruh dalam siklus musim sehingga berdampak pada ekosistem di Bumi.
Munculnya Gelombang Panas
Selain suhu yang tidak tentu, proses terjadinya lubang ozon dapat menyebabkan peningkatan suhu di Bumi. Peningkatan suhu tersebutlah yang menjadi penyebab terjadinya gelombang panas.
Saat suatu wilayah mengalami serangan gelombang panas, maka suhu di wilayah tersebut akan meningkat secara signifikan.
Gelombang panas yang terjadi bisa menyebabkan serangan hipertermia dan sangat berbahaya untuk populasi rentan seperti lansia. Dampak lubang ozon sangatlah mengerikan bagi kehidupan di Bumi.
Namun, proses terjadinya lubang ozon juga dapat kita cegah dengan penghijauan kembali atau reboisasi sehingga gas-gas yang dapat mengganggu senyawa ozon akan ternetralisir dan tidak akan sampai menembus atmosfer. (R10/HR-Online/Editor-Ndu)