Proses terbentuknya awan secara singkat terjadi karena penguapan air dari berbagai sumber di permukaan Bumi. Kita sering sekali melihat awan.
Jika sedang cerah, awan begitu indah dengan perpaduan warna putih dan birunya. Tetapi pernahkah kamu penasaran apa itu awan dan bagaimana proses pembentukannya?
Pengertian Hingga Proses Terbentuknya Awan
Jika kamu melihat awan di langit, apa yang akan terpikirkan? Terlihat putih, lembut, dan ringan seperti kapas. Namun apakah awan sungguh ringan seperti yang terlihat?.
Faktanya awan memiliki bobot yang cukup berat. Ia mengapung dan tidak terjatuh karena memiliki tetesan air yang kecil.
Baca Juga: Gerak Melingkar Beraturan Jadi Pembahasan Penting, Simak Ulasannya!
Awan merupakan massa yang terbentuk dari tetesan air atau kristal es. Air dan kristal es tersebut tergantung di atmosfer sehingga terbentuklah benda di langit yang kita kenal dengan nama awan.
Keberadaan awan sangatlah mempengaruhi keberadaan cuaca dan iklim di muka Bumi. Contohnya, jika suatu tempat berawan hitam pekat, maka kemungkinan besar akan turun hujan lebat di sana.
Namun, awan tidak terbentuk begitu saja. Inilah proses terbentuknya awan sehingga menjadi seperti apa yang biasa kamu lihat di langit.
Secara sederhana, awan di langit terbentuk karena penguapan air yang berasal berbagai sumber. Contoh sumber mata air di permukaan Bumi seperti laut, sungai, maupun danau.
Berikut proses terbentuknya awan secara lengkap.
Naiknya Udara Panas yang Mengandung Uap Air
Proses awal terbentuknya awan adalah dengan adanya suhu udara yang panas. Suhu panas ini akan membuat air menguap dan naik ke atmosfer.
Awan Terbentuk
Uap air yang naik akan mengembang secara adibatik. Hal tersebut terjadi karena adanya tekanan udara yang lebih kecil di atas daripada di bawah.
Saat uap air tersebut mencapai ketinggian tertentu, maka suhunya akan berubah menjadi lebih rendah. Ketika proses perubahan suhu pada uap air, akan terjadi pengembunan.
Baca Juga: Perbedaan Iklim dan Cuaca, Penting untuk Diketahui!
Akibat pengembunan, nantinya wujud uap air akan berubah menjadi tetesan air. Proses ini dikenal dengan nama kondensasi. Tetesan awan yang sudah terbentuk biasanya memiliki jari-jari 5-20 mm.
Awan Menghilang
Jika awan yang terbentuk mendapat panas dari matahari, maka akan langsung menguap dan hilang. Tetapi sebaliknya, jika awan tidak mendapat panas dari matahari, maka akan menjadi tetesan air.
Tetesan air tersebutlah yang dinamakan hujan. Jadi, hujan terjadi karena awan tidak mengalami perubahan suhu sehingga menjadi tetesan air yang jatuh ke Bumi karena pengaruh gaya gravitasi.
Baca Juga: Contoh Daun Menyirip pada Tumbuhan dan Kehidupan Manusia
Faktor yang Mempengaruhi Proses Terbentuknya Awan
Setelah mengetahui proses pembentukan awan, kamu juga harus tahu apa saja faktor yang mempengaruhinya. Berikut faktor-faktornya.
Angin
Jika angin yang berhembus semakin kencang, maka proses penguapan akan menjadi lebih cepat. Jika penguapan terjadi lebih cepat, maka awan akan segera terbentuk.
Tekanan Udara
Adanya tekanan udara yang timbul sangat mempengaruhi pergerakan awan. Semakin besar perbedaan tekanan yang terjadi di daratan dan udara, maka kian cepat proses terbentuknya sebuah awan.
Kelembaban Udara
Faktor pembentukan awan selanjutnya adalah kelembapan udara. Udara lembab artinya mengandung banyak air. Hal tersebut membuat proses terbentuknya awan semakin cepat.
Intensitas Sinar Matahari
Sinar matahari merupakan sumber panas alami untuk Bumi. Semakin besar intensitas cahaya yang menyinari Bumi, maka kian banyak energi kalor yang dihasilkannya.
Akibatnya, suhu akan meningkat sehingga mempercepat penguapan air dan proses terbentuknya awan.
Jenis-Jenis Awan
Ada ragam jenis awan yang terbentuk. Jenis tersebut berdasarkan bentuk permukaan atau morfologi dan ketinggiannya. Berikut jenis-jenisnya :
Berdasarkan Bentuk Permukaannya
- Cumulus, berbentuk bulat putih.
- Stratus, memiliki banyak lapisan.
- Nimbus, tebal kehitaman dan dapat menimbulkan hujan.
- Cirrus, berwarna putih seperti bulu.
Berdasarkan Ketinggian
- Rendah, berada di ketinggian kurang dari 2.000 m.
- Sedang, di antara ketinggian 2.000-6.000 m.
- Tinggi, lebih dari 6.000 m.
Ada juga jenis lain seperti awan hujan, awan es, dan awan campuran. Saat ini kamu sudah mengetahui proses pembentukan hingga jenis-jenis awan.
Kamu harus tahu bahwa proses terbentuknya awan terjadi setiap saat. Hanya saja, mata manusia biasa tidak akan bisa melihatnya secara langsung.