Pijaran sinar gamma GRB 2001415 menjadi salah satu fenomena di luar angkasa. Sekelompok astronom internasional bersama partisipasi Spanyol terkemuka saat ini berhasil mengukur osilasi dalam kecerahan magnetar untuk pertama kalinya.
Sejenis bintang neutron yang memiliki medan magnet sangat kuat. Magnetar melepaskan dalam sepersepuluh detik energi dari matahari dalam 100.000 tahun.
Melansir Wikipedia, semburan sinar gamma adalah fenomena semburan cemerlang sinar. Hal tersebut berasal dari tempat tertentu di luar angkasa pada saat tertentu.
Baca Juga: Ledakan di Luar Angkasa, NASA Deteksi Termonuklir Dahsyat Dengan Lonjakan Sinar-X
Fenomena Pijaran Sinar Gamma GRB 2001415
Sebuah studi baru yang telah terbit dalam jurnal Nature merupakan hasil dari kolaborasi 41 ilmuwan di seluruh dunia.
Bahkan juga termasuk 15 spesialis Spanyol. Ilmuwan mengungkapkan mengenai pengukuran pertamanya dari osilasi frekuensi tinggi magnetar.
Jenis bintang neutron tampak dengan ciri-ciri memiliki medan magnet berintensitas tinggi. Hal tersebut yang diperoleh pada momen paling ganas dari emisinya.
Magnetar yang terlepas hanya dalam waktu sepersepuluh detik dan energinya dari matahari dalam 100.000 tahun.
Pengamatan tersebut tanpa adanya campur tangan manusia, namun berkat pengembangan sistem kecerdasan buatan di Laboratorium Pemrosesan Gambar (IPL) Universitas Valencia.
Menurut siaran pers dari pusat penelitian, terjadinya ledakan bintang neutron terdeteksi pada 15 April 2020.
Emisi dari magnetar teridentifikasi sebagai pijaran sinar gamma GRB 2001415. Tampak menghilang 3,5 milidetik setelah terjadinya ledakan utama.
Analisis fenomena ini memungkinkan dalam perkiraan bahwa volume letusan lebih besar dari bintang neutron itu sendiri.
Baca Juga: Lubang Hitam Supermasif, Observasi Terbaru Para Astronom
Emisi yang Intens dan Sekilas
Magnetar merupakan jenis bintang neutron yang aneh. Karakteristiknya sejumlah besar energi tinggi yang berbentuk sinar-X dan sinar gamma.
Objek misterius ini dapat berisi setengah juta kali massa Bumi dan diameter mencapai 20 kilometer. Terlebih pada emisi magnetar yang hanya berlangsung sepersepuluh detik.
Untuk mendeteksinya menjadi tantangan besar bagi sains dan teknologi. Para ilmuwan percaya bahwa letusan ini terjadi akibat beberapa jenis ketidakstabilan pada magnetosfernya.
Magnetar menghasilkan lapisan yang kaku dan elastis. Bahkan menutupinya dalam bentuk kerak dengan tebal kira-kira satu kilometer.
Baca Juga: Fenomena Konjungsi Bulan-Mars-Antares Hiasi Akhir Tahun
Kilatan Paling Jauh
Para ahli juga berpendapat bahwa ledakan teridentifikasi dalam GRB 2001415. Termasuk letusan magnetar terjauh yang terekam hingga saat ini. Mengingat bintang neutron terletak pada kelompok galaksi Sculptor.
Kemungkinan sekitar 13 juta tahun cahaya dari Bima Sakti. Emisi tertangkap ada di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Kemudian mengembangkannya dengan partisipasi Universitas Valencia.
Dengan menggunakan algoritma khusus, ASIM memutuskan sepenuhnya secara mandiri terkait fenomena yang akan direkam juga dianalisis.
Tujuannya untuk dapat mendeteksi proses kekerasan pada atmosfer Bumi selama rentang frekuensi berbeda dari spektrum elektromagnetik. Bahkan sejak Juni 2018, telah mendeteksi 1.000 letusan sinar gamma.
Fenomena aneh pijaran sinar gamma GRB 2001415 ini cukup menggelitik para ilmuwan. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir ini, belum memiliki penjelasan yang konkrit. (R10/HR-Online)