Lubang hitam Leo I berhasil ditemukan oleh seorang astronom asal Universitas Texas. Ukurannya sangat raksasa apabila kita bandingkan dengan satelit galaksi Bima Sakti.
Tentu saja cukup mengerikan apabila kita membayangkan kondisi dan ukurannya. Pasalnya, lokasinya yang berada dalam galaksi dengan ukuran lebih kecil daripada ukuran objek yang ditemukan tersebut.
Apakah ini bisa mendapatkan penjelasan yang lebih logis? Perkiraan dan spekulasi dari para peneliti mulai bermunculan dalam penemuan kali ini.
Objek benda langit memang menjadi perhatian yang cukup sulit dijelaskan. Kami akan membahasnya lebih jauh untuk Anda berikut ini.
Baca Juga: Objek Misterius di Sisi Jauh Bulan Tertangkap Yutu 2, Berbentuk Kubus
Temuan Lubang Hitam Leo I di Galaksi Bima Sakti
Pada mulanya para ilmuwan sedang mengukur jumlah materi gelap yang terletak dekat dengan lubang hitam ini. Mereka menggunakan Instrumen Virus-W pada Teleskop Harlan 2,7 meter berlokasi Universitas Texas.
Secara kebetulan, mereka mendapatkan pergerakan dari bintang galaksi kecil yang terletak pada Bima Sakti. Lalu data inilah yang akhirnya bisa menghitung materi gelap dari gerakan tersebut.
Mereka bisa mendapatkan gerakan dan menyimpulkan jumlah materi tersebut. Pasalnya, pergerakannya memang tidak ada yang melawan galaksi ini.
Dari sini mereka juga mendeteksi pengaruh konsentrasinya terhadap orbit dan kecepatan bintang terdekatnya. Tidak hanya itu, dari banyaknya materi gelap dalam sebuah orbit, tentu akan menghasilkan pergerakan yang semakin cepat.
Baca Juga: Lubang Hitam di NGC 1850 Tertangkap Very Large Telescope
Ukuran Lubang Hitam Leo I
Menurut data yang mereka terbitkan dalam jurnal terbaru menyebutkan bahwa lubang ini memiliki 82. 000 tahun cahaya dari bumi. Degan lebar mencapai 2000 tahun cahaya dan massa yang mencapai 15 sampai 30 juta kali dari matahari.
Tentu saja jika kita bandingkan dengan Bima Sakti ukurannya mencapai 1,5 triliun matahari. Dengan lebar piringan mencapai 100.000 tahun cahaya lebih, tentu saja cukup raksasa bukan?
Dari ukuran besarnya yang bertumbuh pada galaksi kecil tersebut, tidak bisa dapatkan penjelasan lebih jauh. Pasalnya, memang penemuan ini merupakan kebetulan yang belum bisa dipastikan kembali.
Para tim masih terus menjalankan penelitian dan pengumpulan data lubang hitam Leo I. Bahkan mereka menemukan hal baru yang membandingkan antara pusatnya mencapai 25% saja.
Baca Juga: Bintang Berkedip Raksasa VVV-WIT-08 di Pusat Bima Sakti
Studi Lanjutan Universitas Texas
Carl Gebhardt dan Austin mereka yang mempelajarinya lebih jauh. Mengenai daerah interior terpadat ada bagian galaksinya pada akses individunya.
Data tersebut kemudian memberikan info lebih jauh karena mereka menangkap bahwa materi gelapnya tidak lebih tinggi dari bagian pinggirnya.
Jurnal berjudul The Astrophysical sudah menerbitkan penemuan lanjutan dan terbaru dari hal ini. Lubang hitam Leo I ini menjadi penemuan baru yang cukup menarik.
Pasalnya, ukurannya lebih besar dari galaksi di mana ia hadir. Tentu saja seperti tidak masuk akal apabila kita bayangkan. (R10/HR-Online)