Berita Tasikmalaya, (harapanrakyat.com),- Kasus paling menonjol di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, sepanjang tahun 2021 berdasarkan catatan Polres Tasikmalaya, Polda Jabar adalah kasus pencabulan santri dan pengrusakan Kantor Kejaksaan Negeri oleh massa aksi unjuk rasa.
Kapolres Tasikmalaya, AKBP. Rimsyahtono mengatakan, selama setahun 2021, pihaknya telah menyelesaikan sebanyak 243 perkara dari 252 kasus yang ditangani.
Dari catatan Jajaran Polres Tasikmalaya, yang paling menonjol adalah kasus pencabulan terhadap santri oleh oknum guru ngaji. Serta kasus pengrusakan Kantor Kejari oleh massa aksi saat unjuk rasa.
“Selama setahun ini ada 252 perkara yang kami tangani. Sedangkan yang diselesaikan ada 243 perkara,” ungkapnya di Pos Polisi Singaparna saat rilis akhir tahun pengungkapan kasus, Rabu (29/12/2021).
Jadi persentasenya, lanjut AKBP. Rimsyahtono, ada sebanyak 96 persen. Sementara untuk sisanya masih dalam progres, dan kedepannya akan terungkap semua.
Baca Juga : Polres Tasikmalaya Ungkap Kasus Narkoba, 1 Pelaku Jualan Kelapa Muda
Ia mengungkapkan, untuk kasus-kasus yang menonjol yaitu perkara kasus pencabulan terhadap santri oleh oknum guru ngaji.
Untuk posisi keduanya adalah kasus pengrusakan massa aksi saat berunjuk rasa di Kantor Kejaksaan Negeri Tasikmalaya. Serta kasus ladang ganja di Kecamatan Bantarkalong.
Kemudian, untuk kasus tingkat kecelakaan lalu lintas sepanjang tahun 2021 tercatat ada 129 kejadian.
Jumlah sebanyak itu mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, yang mana pada tahun 2020 ada 106 kejadian kecelakaan lalu lintas. Penyebabnya adalah sarana prasarana.
Kemudian untuk kasus kriminal di Kota Banjar ini dalam satu bulan belum tentu sampai 20 kejadian, dan dua hari sekali. Berbeda dengan daerah lain yang banyak terjadi kriminal.
“Jadi Kota Banjar ini termasuk aman dan untuk hasil penyelesaian kasus pun tinggi. Sehingga memberikan tingkat rasa aman kepada masyarakat. Bahkan fungsi Kamtibmasnya berjalan efektif,” pungkas Kapolres Tasikmalaya, AKBP. Rimsyahtono. (Apip/R3/HR-Online/Editor-Eva)