Fenomena hujan meteor Monocerotid pada pekan ke dua bulan Desember, puncaknya akan terjadi malam ini. Deretan peristiwa astronomi ini bisa kita saksikan di Tanah Air.
Selalu menjadi hal yang menarik apabila kita membahas mengenai sebuah fenomena astronomi. Pasalnya, semua hanya bisa melalui prediksi dari orang yang berkecimpung pada bidangnya.
Berbeda dengan peristiwa alam di Bumi yang bisa kita perkirakan. Maka dari itu, sepertinya akhir tahun kita akan disuguhkan peristiwa langka yang terjadi.
Jika kita beruntung, maka bisa menyaksikannya dengan mata telanjang tanpa bantuan optik. Tenang saja, tidak akan berbahaya dan tetap cantik.
Baca Juga: Ciri Planet Terestrial yang Memiliki Kemiripan Dengan Bumi
Saksikan Fenomena Hujan Meteor Monocerotid, Puncaknya Malam Ini!
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional atau LAPAN melansir perkiraan mereka. Dari fenomena yang terjadi sejak bulan November lalu sampai Desember ini.
Akan ada enam peristiwa dari luar angkasa pada pekan kedua bulan Desember ini. Unggahan dalam akun Instagram pribadi mereka tersebut diupload kemarin, 9 Desember 2021.
Mereka menyebutkan bahwa beberapa fenomena tersebut sudah masuk dalam kalender astronomi tahun ini. Bukankah menjadi akhir tahun yang cukup berharga?
Setelah terjadinya gerhana matahari total untuk daerah antariksa beberapa hari yang lalu, kali ini kita akan menyaksikan hujan meteor.
Baca Juga: Hujan Meteor Alpha Monocerotid Fenomena Langka, Catat Tanggalnya!
Terjadinya Hujan Meteor Monocerotid
Kali ini mereka membeberkan jadwal terjadinya pada 9 hingga 10 Desember 2021. Akan segera terjadi pada pukul 19.40 WIB sampai esok hari menjelang fajar.
Mereka menyebutkan bahwa kejadian ini akan berakhir pada 25 menit ketika matahari belum terbit. Sehingga kita bisa menyaksikannya dari arah Timur sampai ke Barat.
Sumbernya berasal dari sisa debu asteroid 2004 TG10. Dengan orbit matahari 3,34 periode tahun, bahkan jadi sumber hujan meteor yang terjadi pada Taurid Utara.
Fenomena hujan meteor Monocerotid terjadi karena titik radian atau titik asal munculnya tepat berada dekat konstelasi Monoceros. Sehingga membuatnya berbatasan dengan konstelasi Orion dan Gemini.
Memiliki intensitas yang mencapai 1,9 sampai 2 meteor per jam. Dari Sabang hingga Pulau Rote untuk daerah Tanah Air.
Baca Juga: Ciri Planet Jovian, Si Kelompok Planet Besar di Tata Surya Kita
Bagaimana Kondisi Daerah yang Bisa Menyaksikannya?
Peristiwa ini akan bisa kita saksikan apabila cuacanya cerah dan bebas dari penghalang langit. Misalnya polusi cahaya dan medan pandang yang membuatnya tertutup.
Kita bisa memastikannya dari Skala Bortle untuk mendeteksi. Karena mereka akan menunjukkan tingkat polusi cahaya sebuah wilayah.
Dari intensitas hujan meteor ini bisa berbanding lurus dengan 100% minus persentase ketika tertutup awan. Sedangkan dengan Skala Bortle, mereka bisa berbanding terbalik.
Fenomena hujan meteor Monocerotid bisa Anda saksikan puncaknya nanti malam. Maka dari itu, jangan sampai Anda melewatkan fenomena alam yang menghiasi jika sedang beruntung ini. (R10/HR-Online)