Donor darah secara berkala tidak hanya bermanfaat untuk menolong nyawa orang lain, namun juga baik untuk kesehatan kita. Ada banyak keuntungan menyumbangkan darah yang mungkin tidak kita sadari.
Kita tentu sudah maklum dengan kegiatan donor darah, yaitu menyumbangkan darah kita agar bisa berguna untuk orang yang membutuhkan. Setetes darah yang kita sumbangkan mampu menyelamatkan nyawa orang lain.
Manfaat donor darah secara berkala terutama untuk membantu orang yang membutuhkan darah. Namun siapa sangka jika mendonorkan darah ternyata juga akan memberikan manfaat bagi tubuh kita sendiri.
Agar bisa mendonorkan darah, tidak setiap orang bisa melakukannya. Akan ada prosedur pemeriksaan terlebih dahulu menyangkut kesehatan, kualitas, maupun jenis darah yang akan kita donorkan.
Saat mendonorkan darah, pendonor atau orang yang akan memberikan darahnya perlu melalui pemeriksaan dahulu. Tes biasanya pada laboratorium guna pengujian HIV, sifilis, dan penyakit lain.
Pemeriksaan itu untuk menentukan apakah anda sendiri memenuhi syarat donor atau tidak. Begitu juga ada prosedur tertentu yang mesti kita jalani dan lakukan, baik sebelum maupun sesudah mendonorkan darah.
Baca Juga : Antisipasi Pasien DBD Meningkat, PMI Banjar Maksimalkan Donor Darah
Keuntungan Donor Darah Secara Berkala
Sebagai pendonor darah kita secara tidak langsung akan mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara gratis.
Kita juga akan menjalani tahap cek berat badan, tekanan darah, kadar hemoglobin, dan frekuensi nadi oleh dokter yang bertugas.
Tentu saja hal ini sangat menguntungkan karena kesehatan tubuh selalu terawasi. Untuk selengkapnya berikut keuntungan donor darah secara berkala bagi kesehatan tubuh.
Menurunkan RIsiko Kanker
Penyakit kanker termasuk gangguan kesehatan yang berbahaya bagi tubuh manusia. Dengan melakukan donor darah ternyata bermanfaat dapat menurunkan risiko terserang kanker. Seperti kanker usus besar, kanker lambung, kanker hati dan kanker tenggorokan.
Saat donor darah tersebut tubuh akan melakukan regenerasi sel-sel untuk terus berjalan dengan lebih lancer.
Baca Juga : Manfaat Donor Darah Secara Rutin untuk Kesehatan Tubuh
Oleh karena itu, sel-sel yang telah mati bisa terlepas dari tubuh dan proses pembentukan sel darah baru akan terbentuk kembali secara lebih cepat.
Menurunkan Kadar Zat Besi
Inilah untungnya melakukan donor darah secara berkala kepada orang yang membutuhkan. Setiap kali kita donor, maka bisa menurunkan kadar iron atau zat besi dalam tubuh.
Tentu saja level iron tersebut akan sangat penting dalam membantu mencegah atau mengurangi risiko terjadinya serangan jantung.
Pasalnya, kadar besi yang tinggi mampu berpotensi untuk memicu penyakit kardiovaskular. Hal ini lantaran zat besi berproses cepat dalam mengoksidasi kolesterol tubuh.
Menyehatkan Organ Jantung
Salah satu organ terpenting dari dalam tubuh manusia adalah jantung. Maka bergembiralah bagi anda yang rutin dalam melakukan donor darah, karena tingkat risiko terkena penyakit jantung akan lebih rendah.
Baca Juga : Donor Darah Saat Bulan Puasa Batal? Ini Penjelasan Ketua MUI Kota Banjar
Hal ini telah terbukti seperti terungkap dari penelitian American Journal of Epidemiology. Riset ini mengungkapkan bahwa 87 persen para pendonor darah rutin memiliki risiko terserang jantung yang semakin kecil.
Alasanya adalah karena darah dapat melakukan proses regenerasi pasca donor darah untuk membantu kinerja dalam memompa jantung.
Membakar Kalori Tubuh
Seorang yang melakukan donor darah secara berkala ternyata juga akan kehilangan sejumlah berat badannya. Ini tak ubahnya seperti kita membakar lemak dalam proses diet untuk menurunkan berat badan.
Mengutip hasil riset dari University of California, San Diego Amerika Serikat menemukan bahwa, seseorang akan mampu membakar kalori sebanyak 650 saat memberikan sumbangan darahnya sebanyak 500 ml.
Namun perlu anda ingat agar tidak menggunakan momen donor darah sebagai cara diet untuk menurunkan berat badan anda.
Membaharukan Sel-sel Darah
Saat anda mencoba mendonorkan darahnya, secara otomatis tubuh akan mengalami pergantian volume darah dalam waktu 48 jam setelah melakukan donor.
Sel darah merah yang hilang pada tubuh bakal tergantikan oleh sel-sel darah merah yang baru dalam waktu 4 hingga 8 minggu.
Ini merupakan mekanisme alami yang menjadi anugerah bagi pendonor maupun penerimanya.
Proses pembentukan sel-sel darah merah yang baru inilah yang mampu membantu tubuh agar tetap sehat dan bekerja lebih efektif.
Nah, sudahkah anda menyumbangkan sebagian darahnya kepada orang lain? Setidaknya lakukan donor darah secara berkala setidaknya setiap 3 bulan sekali agar kondisi kesehatan anda tetap baik. (R11/HR-Online/Editor-Eva)