Contoh polimer sintetis dapat dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Polimer adalah senyawa molekul besar yang bentuknya rantai atau jaringan tersusun.
Berasal dari gabungan ribuan sampai jutaan unit pembangunan yang berulang. Material polimer yang berupa plastik pembungkus, botol plastik, styrofoam, nilon, dan pipa paralon.
Jenis polimer berdasarkan sumbernya, salah satunya polimer sintetis. Melansir Wikipedia, polimer sintetik merupakan jenis polimer yang terbuat dari polimerisasi monomer.
Baca Juga: Contoh Polimer Alam, Mudah Dijumpai Karena Tersebar Luas di Bumi
Contoh Polimer Sintetis dan Deretannya
Polimer sintetis memiliki sebutan lain dengan polimer buatan manusia. Bentuknya berupa semua jenis plastik, karet sintetis, serta serat sintetis. Sebagian besar polimer sintetis melalui polimerisasi adisi.
Namun, sebagian juga terbuat melalui polimerisasi kondensasi. Neoprena juga menjadi salah satu contoh polimer yang terbuat dari reaksi polimerisasi adisi 2-kloro-1, 3 butadiena.
Selain itu, polimer sintetis terbuat lewat reaksi polimerisasi kondensasi. Biasanya berupa serat sintetis, seperti nilon serta dakron. Polimer sintetis sebagai hasil sintesis zat organik.
Berasal dari molekul-molekul berupa monomer dan bergabung membentuk rantai panjangnya melalui ikatan kovalen. Berikut ini beberapa contoh polimer sintetis untuk Anda ketahui.
PS
Polistirena (PS) biasanya memiliki berbagai macam bentuk. Bentuknya kaku dan mudah pecah untuk kotak kaset, peralatan makan, dan pisau.
Sedangkan yang bentuknya foam yaitu styrofoam, memiliki sifat insulator panas cukup baik. Sehingga penggunaan styrofoam untuk wadah makanan atau minuman juga gabus sebagai penahan dalam kemasan alat elektronik.
Baca Juga: Gugus Fungsi Keton dalam Pembelajaran, Berikut Penjelasan Detailnya
PVC
Poli vinil klorida (PVC) contoh selanjutnya polimer sintetis. PVC memiliki sifat lunak, biasanya untuk selang air, jas hujan, dan insulasi listrik. Sedangkan PVC yang memiliki sifat kaku, penggunaan polimer ini untuk pipa dan pelapis lantai.
LDPE dan HDPE (PE)
Polietilena (PE) juga memiliki berbagai macam bentuk. HDPE (High-Density Polyethylene) merupakan polietilena yang sifatnya lebih kuat serta kaku. Biasanya HDPE ini digunakan untuk botol plastik dan mainan.
LDPE (Low-Density Polyethylene) merupakan polietilena yang sifatnya lebih plastis. Bahkan titik lelehnya lebih rendah daripada HDPE. Biasanya LDPE ini digunakan untuk plastik lembaran, kantong plastik, dan pembungkus kabel.
PTFE
Politetrafluoroetilena (PTFE) memiliki nama dagang teflon. Contoh polimer sintetis memiliki sifat kuat, tidak reaktif, dan tahan panas. Penggunaan PTFE untuk gasket, pelapis tangki bahan kimia, dan pelapis panci anti lengket.
Baca Juga: Contoh Reaksi Reduksi Mudah Kita Temukan dalam Kehidupan
PET
Polietilena Tereftalat (PET) memiliki nama dagang dacron atau terylene. Biasanya penggunaan PET ini untuk serat tekstil dan botol minuman.
Dalam bentuk film tipis, PET juga memiliki nama dagang mylar. Hal ini karena sifatnya kuat dan tahan terhadap robekan. Sehingga penggunaannya untuk pita perekam magnetik, layar perahu, dan kemasan.
Nilon
Nilon sebagai polimer yang bentuknya serat, memiliki sifat kuat, ringan, serta tahan terhadap tegangan. Sehingga penggunaannya untuk membuat tali, jala, parasut, tenda, jas hujan, karpet, dan lainnya.
Berbagai contoh polimer sintetis dengan mudah untuk Anda jumpai. Polimer ini yang buat adalah manusia dan cukup banyak penggunaannya. (R10/HR-Online)