Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Rendahnya angka capaian vaksinasi Covid-19 baik dosis pertama maupun dosis kedua di beberapa desa/kelurahan wilayah Kota Banjar, memicu petugas untuk segera menuntaskan capaian vaksin.
Seperti contohnya di Desa Langensari, Kecamatan Langensari yang dosis pertamanya baru mencapai 63.3 %, dan dosis kedua baru mencapai 45.6%, dari data Satgas Covid19 Kota Banjar.
“Banyak masyarakat enggan menjalani vaksin dengan berbagai alasan, seperti takut sakit setelah vaksin (pegal-pegal),” papar dr Ika Rika Ruhantika, Kepala Bidang Dinas (Kabid) Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Banjar.
Hal itu Ika sampaikan Sabtu (18/12/21) ketika grebek dan menjemput warga yang enggan vaksin di Desa Langensari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar.
Ia menyampaikan apapun alasan warga, yang jelas pihaknya mencoba membujuk juga mengedukasi warga agar mau menjalani penyuntikan vaksin dengan segera.
“Ini demi kepentingan warga juga, demi imunitas terhadap virus Covid19,” kata Ika yang saat itu bersama rekan kerja Kabid Pelayanan Kesehatan (Yankes) Rusyono.
Lebih lanjut Ika menyampaikan, banyak warga yang ingin vaksin tapi lebih mempercayai berita hoax sehingga urung. Sehingga pihaknya terus mengedukasi masyarakat.
Baca juga: Warga Kota Banjar Tak Mau Divaksin Takut Pegal-Pegal
Polres Banjar Dukung Percepatan Capaian Vaksinasi
Sebagai bagian dari Satgas Covid-19 Kota Banjar, Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Kota Banjar, AKBP Ardyaningsih, bersinergi dengan Dinkes Kota Banjaruntuk mempercepat capaiakan vaksinasi.
“Tim vaksinasi ada yang statis dan ada jemput bola (jebol), yang statis berdiam di gerai melayani peserta yang akan vaksin, dan yang jebol dan gerebek mendatangi rumah-rumah warga,” kata Kapolres.
“Selain yang memang enggan vaksin karena isu yang tidak benar, ada juga warga yang petani, biasa kerja di sawah, saat jadwal vaksin mereka tidak bisa datang ke gerai vaksin. Makanya dengan grebek vaksin ini kita ajak untuk vaksin, sepulang mereka dari sawah,” ungkap Ardyaningsih.
Lebih jauh, Ardyaningsih menilai dengan jebol vaksin dan grebek vaksin ini sangat efektif untuk capaian vaksinasi di Kota Banjar.
Tim Satgas Covid19 Kota Banjar dinamis dalam melakukan strategi memaksimalkan vaksin ini.
“Strateginya kami ubah setiap hari agar sesuai kebutuhan,” ungkapnya. (Aan/R8/HR Online/Editor Jujang)