Bukti orbit Bumi berfluktuasi tersedia dalam teori secara sains. Planet yang kita huni ini memiliki masa dan perubahan yang memungkinkan kehidupan kompleks.
Nature Communications melansir bahwa telah terbit laporan studi mengenai ini. Penelitian ini sudah menyediakan berbagai teori asal muasal kehidupan juga prosesnya.
Tentu hal ini tetap jadi fenomena yang menarik. Sehingga kita bisa mengetahui apa yang terjadi jauh sebelum kita ada di Bumi ini.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan perubahan seperti ini bisa terjadi. Kita akan membahas hasil penelitian kali ini untuk Anda yang penasaran.
Baca Juga: Proses Terbentuknya Awan dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya
Inilah Bukti Orbit Bumi Berfluktuasi
Keadaan yang berubah-ubah atau tidak tetap karena alami naik juga turun bisa kita sebut dengan fluktuasi. Data yang hadir seperti ini sering digunakan dalam menentukan sebuah kondisi atau keadaan.
Nah, pada Bumi terjadi hal serupa berupa perubahan orbit dari biasanya. Hal seperti ini ternyata memberikan pengaruh tersendiri dalam sebuah proses evolusi tersebut.
Seperti yang kita ketahui bahwa Bumi mengalami berbagai masa sejak zaman dahulu bukan? Dari mulai tidak memiliki bentang daratan sama sekali pada 3,2 M tahun silam.
Lalu alami berbagai pendinginan yang kita sebut dengan zaman es. Barulah tercipta kehidupan dalam beberapa iklim tersebut.
Baca Juga: Komet C/2021 A1 Leonard Fenomena Langka, Melintas Mendekati Bumi
Evolusi Biologi
Ahli dari Paleontologi bernama Luke Beaufort berasal dari CNRS atau Pusat Penelitian Ilmiah Nasional Prancis. Mengungkapkan bahwa bersama tim ilmuwan temukan bukti eksentrisitas orbit.
Hal ini diperkirakan mendorong ledakan evolusi dari sebuah spesies baru tersebut. Paling tidak, plankton yang merupakan fotosintesis atau fitoplankton.
Salah satu ganggang mikroskopis ini mengkonsumsi dan bergantung pada sinar matahari. Mereka terlihat membuat lembaran batu kapur pada tubuh lembut yang bersel tunggal.
Mereka menyebutnya dengan coccolith pada cangkang berkapur ini. Seperti kemunculannya pertama kali pada 215 juta tahun silam saat masa Trias Atas. Bukti orbit Bumi berfluktuasi ini mereka yakini cukup akurat.
Baca Juga: Gerhana Matahari 4 Desember 2021 Jadi Fenomena Langka Tutup Tahun
Modifikasi Ukuran Tulang Ekor dan Klasifikasi
Pola yang sama lalu seiring waktu menjadi terbalik secara skala besar. Adanya keragaman yang semakin besar ini memenuhi relung ekologi dalam musim tinggi.
Tidak hanya itu, keberagaman ini bisa mengarah ke berbagai variasi spesies seperti adaptasi noelaerhabdeceae. Seperti yang terlihat dalam adanya modifikasi pada bagian tulang ekornya.
Hal ini juga akan pengaruhi adanya klasifikasi untuk perkembangan dalam lingkungan yang baru. Tentu saja hal ini semakin menarik jika bisa segera terkuak dari data yang ada. Asalnya fase evolusi seperti ini sudah ada sejak beberapa ratus juta lain.
Perbedaan ini secara jelas terlihat dari eksentrisitas orbital dalam perubahan iklimnya. Sehingga dari mikroorganisme kecil dan fitoplankton ini jadi salah satu yang mengubah iklim secara tropisnya.
Bukti orbit Bumi berfluktuasi ini masih terus dalam perkembangan. Karena perutnya berbagai data untuk konfirmasi lebih lanjut. (R10/HR-Online)