Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Bubur kacang khas Madura yang berada sekitar SMPN 1 Banjar menjadi salah satu kuliner yang diburu warga. Sebab, dalam penyajiannya sangat berbeda dengan bubur lainnya.
Yosi (21) penjual bubur asal Bangkalan, Madura, mengungkapkan, awal mulanya ia merantau ke Kota Banjar karena kakaknya yang mengajak berjualan.
Apalagi kakaknya sudah lebih dulu berjualan di sekitar Taman Kota Lapang Bhakti Banjar.
“Saya ke sini karena di kampung saya sulit mendapatkan pekerjaan. Makanya saya ikut kakak,” ujarnya, Jumat (03/12/2021) malam.
Baca juga: Pembangunan Jabar Selatan, Begini Kata Agun Gunandjar Soal Kota Banjar
Yosi menjelaskan, bubur kacang khas Madura yang ia jual itu memiliki resep rahasia. Meski begitu, ia sedikit memaparkan komposisinya.
Kuah santan kental dan daun pandan, kata Yosi, adalah salah satu kunci ciri khas wangi bubur kacang ini.
“Kuah santan ini kita masak lebih lama sampai keluar sedikit minyak, hal ini yang menambah wangi khas santan. Sedangkan bahan utamanya adalah kacang hijau, ketan hitam, santan dan gula pasir,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu yang menjadi ciri khas Madura ini adalah antara kacang dan kuahnya dimasak terpisah. Sedangkan pencampurannya saat akan penyajian.
Dalam sehari Yosi dapat menghabiskan sepanci besar dagangannya dengan jumlah sampai puluhan porsi.
Sedangkan ia membuka lapaknya mulai pukul 17.00 WIB hingga buburnya habis.
“Sekarang banyak yang minta dibungkus, walaupun saya menyediakan kursi dan tenda untuk duduk,” pungkasnya.
Salah satu pembeli, Mulyana, mengaku kangen dengan bubur kacang itu. Sebab, ia sempat tinggal beberapa tahun di Madura.
“Saya kangen dengan rasa bubu kacang hijau khas Madura ini. Nikmatnya memang beda dari yang lain,” singkatnya. (Aan/R6/HR-Online/Editor Muhafid)