Berita Nasional, (harapanrakyat.com),– Tiga orang satpam perusahaan perkebunan sawit di Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi nyaris meninggal dunia usai ditembak oknum Suku Anak Dalam (SAD).
Kejadian penembakan tersebut terjadi ketika tiga orang satpam perkebunan melakukan patroli keliling di area perkebunan sawit. Dalam perjalanan, ketiga satpam mendapati ada oknum warga SAD sedang beraksi mencuri sawit.
Kapolres Sarolangun, Jambi, AKBP Sugeng mengonfirmasi ada tiga orang petugas satpam jadi korban penembakan oleh oknum SAD.
“Benar ada petugas satpam menjadi korban. Kendati demikian, tidak ada korban jiwa hanya saja terdapat luka tembak di tangan serta kaki,” jelasnya, Minggu (31/10/2021).
Baca Juga: Tiga Pelaku Penembakan Dantim BAIS Pidie Dibekuk Polisi
Lebih lanjut, Sugeng memaparkan sebelum aksi penembakan, awalnya petugas satpam berjaga di pos 2 perkebunan di Desa Pematang Kabau, Kecamatan Air Hitam.
Ketika berpatroli, petugas mendapati SAD tengah mengambil sawit tanpa izin di area perkebunan. Petugas satpam pun langsung mencegah oknum SAD mencuri sawit.
Sugeng menambahkan oknum SAD lantas mendatangi pos Satpam pada Kamis (28/10/2021) sambil melakukan hal-hal yang melanggar hukum, dan setelah itu mereka pergi.
Menurut Sugeng, oknum SAD menembaki satpam saat patroli pada Jumat, (29/10/2021) sekira pukul 16.00 WIB. Beberapa petugas satpam perusahaan lari karena ditembaki. Tembakan sempat mengenai kaki serta tangan mereka.
“Korban ditembak menggunakan senjata rakitan (kecepek) yang sering digunakan SAD. Akibat peluru kecepek yang berisi timah panas, 3 petugas satpam yang terluka langsung diselamatkan ke rumah sakit Sarolangun. Karena terluka cukup serius, 3 petugas satpam pun dirujuk ke RS Kolonel Abundjani Bangko, Kabupaten Merangin, Jambi,” paparnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kapolres Merangin AKBP Andy Purnamawan ketika dihubungi awak media, membenarkan ada pasien terluka tembak oleh oknum SAD, yang dirujuk dari RS Sarolangun ke RS Bangko. Saat ini pasien sedang dalam perawatan intensif.
“Wakapolda Jambi, Brigjen Pol Yudawan Roswinarso langsung datang ke RS Bangko untuk menjenguk 3 pasien sambil diskusi bersama keluarga serta pasien,” jelasnya.
Arahan Polisi Usai Insiden Penembakan Tiga Satpam Oleh Oknum Suku Anak Dalam
Polisi meminta masyarakat agar tidak terprovokasi usai insiden penembakan tiga orang satpam tersebut. Polisi memastikan proses hukum tetap berjalan terhadap oknum SAD tersebut.
“Umpamanya menarik rambut dalam tumpukan tepung, agar tepung tak tumpah dan rambut tidak patah. Artinya kita perlu pendekatan secara persuasif dalam penanganan kasus ini,” ungkap Wakapolda Jambi Brigjen Yudawan, Minggu (31/10/2021).
Ia pun meminta masyarakat agar tetap tenang serta meyakini polisi akan menangani kasus tersebut sesuai hukum yang berlaku. Beberapa saksi di lapangan sudah dimintai keterangan. Menurutnya, polisi pun meminta LSM Warsi agar menjembatani komunikasi bersama SAD.
“Kami meminta warga sekitar tak terprovokasi atas peristiwa tersebut. Di lapangan kami telah kerahkan tim untuk menjaga kondusifitas di area kejadian penembakan, serta kita juga libatkan sahabat-sahabat dari Warsi untuk menjembatani kami dan SAD,” imbuhnya.
Hal senada diungkap Wakil Bupati Sarolangun Hillalatil Badri. Dia mengimbau pada warga tak terpancing melakukan aksi balasan yang melanggar hukum.
“Informasi yang diperoleh warga SAD sudah masuk ke dalam hutan dan tentu akan menjadi kendala bagi petugas,” ungkap Hilal. (Aan/R7/HR-Online/Editor-Ndu)