Berita Banjar, (harapanrakyat.com),– Bagio (49) warga lingkungan Babakansari, RT 4, RW 10, Kelurahan Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat, sudah hampir satu tahun ini tidak bisa tidur dengan nyenyak dan istirahat dengan tenang.
Pasalnya, rumah dengan konstruksi dinding yang terbuat dari bilik bambu milik Bagio nyaris ambruk. Sebagian konstruksi rumahnya sudah lapuk dan patah karena tidak kuat menahan beban berat atap rumah.
Bagio mengatakan, mulanya sekitar satu tahun yang lalu rumahnya mulai terlihat miring. Lama-kelamaan secara bertahap konstruksi kayu penyangga bagian atap rumahnya juga patah.
Selain itu, genteng bagian atap rumahnya sekarang juga banyak yang jebol. Bagian dinding rumah yang terbuat dari bilik bambu pun banyak yang bolong sehingga air masuk ke dalam rumah dan kamar tidur saat hujan turun.
“Rusaknya sudah satu tahun tapi kalau kayu penyangga atapnya yang patah itu sudah sekitar tiga bulan lebih. Waktu hujan deras kejadiannya,” kata Bagio kepada HR Online, Rabu, (17/11/2021).
Bagio mengaku selama ini ingin memperbaiki rumahnya yang kondisinya hampir ambruk tersebut. Namun terkendala biaya karena selama ini, ia hanya bekerja serabutan sebagai tukang parkir.
Penghasilannya hanya bisa untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari dan untuk membiayai satu orang anaknya yang saat ini masih duduk di tingkat sekolah dasar.
Bagio selalu was-was dan khawatir rumahnya ambruk. Belum lagi kamar yang ditempati tidak bisa digunakan untuk istirahat karena ketika hujan turun air masuk ke dalam rumah dan memenuhi bagian kamar tidur.
“Saya pengen benerin biar nggak takut kalau hujan. Kasihan juga sama anak saya. Tapi mau gimana lagi uang saya nggak cukup,” ujarnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, selama ini sudah pernah dilakukan pendataan oleh pihak pemerintah melalui Kelurahan untuk diberikan bantuan namun belum ada kabar lagi tentang bantuan tersebut.
Baca Juga: Seorang Warga Kota Banjar Diduga Hilang, Motornya Ditemukan
Bagio berharap nantinya ada bantuan untuk memperbaiki rumahnya yang sekarang kondisinya sudah rusak berat. Miring dan hampir ambruk karena konstruksinya sudah lapuk.
“Dulu sudah pernah ada yang data. Tanahnya juga punya saya sendiri tapi belum ada kabarnya lagi. Malah tadi saya dibantu sama tetangga saya agar diajukan lagi,” katanya.
Rumah Bagio Warga Kota Banjar Sudah Diajukan Bantuan, Tapi Tidak Terealisasi
Terpisah, Lurah Kelurahan Pataruman, Erik Kiswanto, membenarkan rumah tidak layak huni yang kondisinya nyaris ambruk milik salah seorang warganya tersebut.
Erik menjelaskan, pada tahun ini pihak Kelurahan sudah mengajukan sebanyak 4 orang warga ke Baznas untuk diupayakan bantuan perbaikan rumah. Termasuk rumah milik Bagio.
Akan tetapi, dari 4 orang warga yang diajukan bantuan perbaikan rumah tersebut sebanyak tiga orang sudah menerima bantuan namun untuk rumah milik Bagio memang belum terealisasi.
“Iya (rumahnya rusak). Tahun ini sudah kami ajukan bantuan. Malah yang punya pak Bagio itu lebih awal cuma memang belum terealisasi. Saya kurang tahu mungkin berkasnya ada yang kurang,” jelasnya.
Lanjutnya menambahkan, terkait pengajuan bantuan ke Pemerintah Kota dari pihak Kelurahan belum mengajukan ke Pemkot.
Namun, karena kondisi rumahnya sudah rusak parah pihaknya berupaya mengajukan ke Baznas agar lebih cepat tertangani.
“Tanahnya memang milik sendiri dan saat ini sudah kami ajukan lagi bantuan ke Baznas biar lebih cepat. Soalnya kalau ke Pemkot kemungkinan tahun depan karena harus menunggu anggaran,” katanya. (Muhlisin/R7/HR-Online/Editor-Ndu)