Berita Tasikmalaya, (harapanrakyat.com),– Tak terima ditegur saat berkendara, segerombol orang tak dikenal (OTK) keroyok Muhammad Majid Hari (26), warga Indihiang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (10/11/2021) malam.
Meiman N Rukmana, kakak korban mengatakan, adiknya dikeroyok hingga babak belur saat sedang membeli makanan di Jalan Ir H Juanda, Kota Tasikmalaya.
“Kejadiannya semalam pukul 08.30 WIB, waktu itu adik saya menuju tempat makan, ada dua pengendara motor menghalangi laju jalan,” kata Meiman saat melapor ke Polsek Indihiang, Kamis (11/11/2021).
Baca Juga: Pejalan Kaki di Tasikmalaya Tewas Tertabrak Kereta Api
Lanjut Meiman, saat mendahului pelaku, adiknya sempat bilang kepada pelaku, kalau mau ngobrol di cafe, bukan di jalan karena menghalangi pengguna jalan lain.
“Tidak berselang lama, pelaku 4 orang dengan mengendarai motor mendatangi adik saya yang sedang menunggu pesanan makanan. Terus terjadilah cekcok,” katanya.
Saat itu, kata Meiman, adiknya berusaha menghindar karena ada salah satu pelaku yang tercium dari mulutnya bau alkohol.
“Kemudian menyusul ada dua orang lagi teman pelaku mendatangi adik saya dengan mengatakan mana orangnya. Tanpa basa basi langsung pukul adik saya, terus ditarik. Di sana terjadilah, adik saya langsung dikeroyok oleh enam orang,” jelasnya.
Berdasarkan kesaksian korban, para pelaku memakai tiga motor matic, yaitu Vario, Scoopy dan Beat. Setelah puas mengeroyok korban, para pelaku langsung tancap gas. Sementara korban berusaha merekam wajah para pelaku yang kabur.
“Adik saya dibawa ke Rumah Sakit Syifa Medina untuk dilakukan perawatan medis, dan untuk keperluan visum langsung dibawa ke RSUD Dr Soekardjo,” katanya.
Menurut Meiman, adiknya mengalami luka pada bagian pelipis kiri dan mendapat tiga jahitan. Selain itu juga lecet pada bagian perut serta sesak napas.
“Hari ini saya laporkan kejadian tersebut ke Polsek Indihiang,” ujarnya.
Sementara itu Kapolsek Indihiang Kompol Didik Rohim membenarkan kasus segerombol OTK yang keroyok warga Tasikmalaya tersebut kini ditangani Polsek Indihiang.
“Iya kita sudah menerima laporan dari korban. Polisi dari Penyidik sedang mengumpulkan bukti,” singkatnya. (Apip/R7/HR-Online/Editor-Ndu)