Berita Banjar, (harapanrakyat.com),– Kepada Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Kadispora) Kota Banjar Dedi Suardi “curhat”, Pemerintahan Kota (Pemkot) Banjar, Jawa Barat tak alokasikan dana untuk pembinaan cabang olahraga (cabor) untuk prestasi.
“Selama pandemi ini anggaran banyak dipangkas, misalnya dari kondisi normal Rp 14 miliar, direalisasi menjadi 6 miliar. Kami tidak mendapatkan alokasi dana untuk pembinaan cabang olahraga (cabor),” ungkapnya di sela-sela acara pembinaan pariwisata di Situ Leutik, Desa Cibeureum, Kecamatan Banjar, Selasa (23/11/2021).
Menurut Dedi, alokasi dana olahraga hanya pada pelaksanaan babak kualifikasi pekan olahraga daerah (Porda) saja.
“Tidak ada untuk yang lain-lain, jadi pun kalau ada ikut membantu itu dari pribadi masing-masingnya (orang Dispora). Kalau dari Pemerintah saya ge heueuh, sedih mun dicaritakeun mah,” ungkapnya kepada HR Online sambil bercanda.
Baca Juga: Pemkot Banjar Dinilai Gagap Sambut Atlet Peraih Perak Peparnas Papua
Kendati demikian ia mengungkapkan ada perubahan anggaran pada tahun 2022. Jika pada 2021 anggaran hanya untuk babak kualifikasi Porda saja, maka pada 2022 ada anggaran untuk pelaksanaan pengiriman atlet yang lolos ke Porda.
“Di samping itu juga, kami ada juga pekan olahraga pelajar daerah (Popwilda),” ungkapnya.
Dedi mengaku bukannya tidak ingin mengakomodir ide atau gagasan masyarakat terkait olahraga. Namun ia menegaskan, kondisi tersebut karena pandemi yang mengharuskan pemangkasan anggaran (refocusing anggaran).
Baca Juga: Pemerintah Diminta Perhatikan Pembinaan Atlet Sepak Bola di Kota Banjar
Ketika disinggung mengenai pembinaan cabor sepak bola ia menyebut, hal tersebut merupakan bagian dari PSSI, yang terdiri dari klub-klub.
“Saya harapkan klub-klub itu bisa jalan, sehingga kalau cabor PSSI mengadakan kompetisi, masing-masing klub itu perwakilannya bisa bagus (tanding),” harapnya. (Aan/R7/HR-Online/Editor-Ndu)