Berita Tasikmalaya, (harapanrakyat.com),- Sebuah ruko di Cibangun Kaler, Kelurahan Ciherang, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat ambruk hampir rata dengan tanah, karena tergerus air sungai Ciwangsa, Kamis (18/11/2021) pagi.
Ambruknya ruko tersebut imbas dari pondasi bangunan yang tepat berada di bantaran Sungai Ciwangsa, saat air sungai sedang deras pondasi bangunan tak kuat menahan beban.
Beruntung saat kejadian tersebut tidak ada korban jiwa, lantaran saat hendak roboh, sudah terlihat ada retakan dan penghuni ruko dengan cepat menyelamatkan diri. Hanya saja penghuninya terpaksa mengungsi lantaran ruko tersebut mengalami rusak berat.
Baca Juga: Cekcok Saat Rapat, Kadus di Tasikmalaya Dihantam Gelas Hingga Terluka
Barang-barang seperti peralatan dapur, kulkas, kompor gas ikut tertimbun bersama puing-puing bangunan yang roboh tersebut.
Alam, pemilik kios rumah mengatakan, kejadiannya pukul 02.00 WIB. Saat itu sudah terasa ada retakan di dinding rumah.
“Kemudian melihat air sungai sangat deras sekali, saat itu saya khawatir takutnya retakan semakin membesar,” ungkapnya di lokasi, Kamis (18/11/2021).
Alam bersama ibu dan dua anaknya pun segera meninggalkan rumah, benar saja pada pukul 03.00 WIB, dinding ruko roboh. “Alhamdulillah semalam keluarga bisa diselamatkan,” katanya.
Menurut Alam, bagian dapur dan ruang tengah adalah bagian ruko yang pertama kali roboh. Selanjutnya merembet ke bagian rumah lainnya.
“Yang ambruk ini bangunan ruko, cuma ditempati jadi tempat tinggal sama orang tua,” katanya.
Alam mengaku sudah tinggal di ruko tersebut selama tiga tahun. Sementara bangunan ruko sendiri dibangun pada tahun 2013. Ini berarti usia bangunan ruko baru 7 tahun.
“Kalau barang-barang yang tertimbun peralatan dapur semuanya, kayaknya kalau kerugian ratusan juta,” ujarnya.
Sementara itu Kabid BPBD Kota Tasikmalaya Indra Risdianto mengungkapkan, pihaknya masih melakukan pendataan terkait dengan kerugian akibat ambruknya ruko tersebut.
“BPBD akan berkoordinasi dengan dinas instansi terkait untuk penanganan selanjutnya. Korban untuk sementara mengungsi ke rumah saudaranya, karena ini harus dikosongkan dulu, karena rusak parah dan membahayakan,” pungkas Indra. (Apip/R7/HR-Online/Editor-Ndu)