Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Praktisi herbal Alik Sutaryat (61), warga Lingkungan Sukarame, Kecamatan Mekarsari, Kota Banjar mengembangkan pengobatan herbal untuk mata dengan bunga korejat.
Alik bahkan mendapat gelar penyehat tradisional (hatra) dari Direktorat Jenderal (Dirjen) Pelayanan Kesehatan Tradisional (Yankestrad) Departemen Kesehatan sejak 2015.
Kepada HR Online, Alik menunjukkan cara pengobatan mata dengan daun korejat. Bunga korejat sendiri memiliki nama lain kica’ang atau kitolod (Isotama iongiflora).
Korejat berkhasiat untuk pengobatan mata, termasuk katarak. Mata yang minus juga dapat disembuhkan dengan air korejat.
Menurut Alik, pada bonggol korejat terdapat cairan semacam zat aktif (serum) yang berfungsi baik untuk mata.
“Tapi jika diteteskan secara langsung akan cepat menguap, makanya dilarutkan dalam air,” katanya Rabu (24/11/2021).
Baca Juga: Misteri Kadus yang Hilang di Kota Banjar, 2 Minggu Belum Ditemukan
Alik menuturkan cara melarutkan korejat dalam air pertama siapkan empat tangkai tanaman korejat, lalu cuci bersih.
“Kedua, siapkan gelas kecil, ambil air satu sendok makan. Lalu masukkan bonggol hijau tanaman korejat. Selanjutnya peras bagian bonggol hijau korejat, dengan tangan bersih,” jelasnya.
Terakhir, lanjut Alik, buang ampasnya dan saring bila diperlukan. “Tinggal siapkan pipet untuk meneteskan ke mata,” katanya.
Efek yang dirasakan ketika diberi air korejat adalah perih, langsung keluar air mata. Sekira satu menit masih terasa perih, lalu mata terasa lebih terang.
“Kalau mata minus dapat sembuh secara perlahan dengan air korejat ini,” kata Alik.
Sementara itu, Siti salah satu pasien pengobatan herbal mengungkapkan matanya lebih terasa nyaman.
“Mata terasa lebih terang dan nyaman, lebih terang melihat dunia,” selorohnya sambil bercanda. (Aan/R7/HR-Online/Editor-Ndu)