Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Memasuki 20 hari pencarian 3 santri Pondok Pesantren Miftahul Huda Al Azhar Citangkolo, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, Jawa Barat, belum juga membuahkan hasil.
Pengurus Ponpes, Ahmad Babanu Syafiq mengatakan, sampai saat ini pihaknya terus berupaya mencari keberadaan tiga orang santrinya tersebut.
“Sampai sekarang belum ada kabar lagi. Kalau dari pengurus ada beberapa koneksi ke pesantren sekitar lokasi terakhir mereka berada, kita coba tanyakan. Tapi tidak ada yang mengetahuinya,” kata Ahmad, Selasa (16/11/2021).
Ia menyebut, santri yang sedang dalam perjalanan seringkali mampir untuk numpang bermalam di pondok pesantren terdekat yang dilaluinya.
“Soalnya pernah juga ada anak dari pesantren lain malam-malam datang ke sini mau ikut nginep. Jadi fenomena seperti ini tuh lagi musim,” imbuhnya.
Kemudian, lanjut Ahmad, pihak pesantren juga telah kedatangan petugas dari kepolisian Polres Banjar dan Polsek Langensari, dengan tujuan mengumpulkan keterangan.
Baca Juga : Anaknya Hilang, Orang Tua Asal Ciamis dan Cilacap Lapor Polres Banjar
“Tadi dari Polres dan Polsek datang kesini ngobrol sebentar, terus datang ke Rifki, anak yang nggak jadi ikut temannya yang bertiga itu. Cuma nanyain kronologi saja, menggali informasi tentang si ibu yang sempat nolongin mereka,” ungkap Ahmad.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Banjar, Iptu. Nandang Rokhmana mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap hilangnya 3 orang santri ponpes tersebut.
“Masih dalam proses penyelidikan untuk memastikan kemana perginya ketiga anak santri tersebut,” kata Iptu. Nandang Rokhmana.
Upaya pencarian 3 santri yang hilang, sebelumnya dua orang tua santri yang berasal dari Sukanagara, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, dan Bantarsari, Kabupaten Cilacap, melapor ke Mapolres Banjar pada Jumat (13/11/2021).
Pelaporan tersebut setelah tiga orang santri Ponpes Miftahul Huda Al Azhar yang bernama Dika Aprianto (13), asal Bantarsari, Cilacap, Zainur Iskandar (14), asal Lakbok, Kabupaten Ciamis. Serta Hasan Abdullah warga Kebumen, pergi dari pesantren sejak tanggal 28 Oktober lalu. (Sandi/Koran-HR/Editor-Eva)