Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Pedagang Taman Kota Banjar meminta toilet umum dan fasilitas yang rusak agar mendapatkan perhatian pemerintah.
Bahkan, sudah hampir satu tahun ini sejumlah fasilitas publik berupa toilet tersebut yang biasa digunakan pengunjung maupun pedagang tidak ada airnya.
Ketua Paguyuban Pedagang Tamkot, Wawan, membenarkan kondisi itu. Ia menyebut banyak fasilitas yang lain, seperti keramik untuk area joging pengunjung, mengelupas dan sejumlah lampu penerangan tidak berfungsi.
Dulu, kata Wawan, sebelum pandemi Covid-19 sebetulnya fasilitas kamar mandi masih bisa digunakan. Tapi, sejak satu tahun ini sudah tidak airnya.
“Sudah setahun nggak ada airnya. Kamar toiletnya juga sementara saya kunci biar tidak ada yang menyalahgunakannya,” kata Wawan, Senin (8/11/21).
Baca juga: Duh, Jalan Amblas di Batas Desa Kota Banjar Ini Kian Parah
Untuk itu, pihaknya meminta kepada pemerintah supaya memperhatikan fasilitas yang rusak karena lokasinya untuk menunjang kenyamanan pengunjung taman.
“Kami minta bisa perhatian karena hampir semua fasilitas toiletnya tidak berfungsi. Sebelumnya kami juga sudah koordinasi sama instansi terkait. Cuma katanya terkendala anggaran,” katanya.
Sementara itu, salah seorang pedagang taman kota, Uti, menuturkan, sejak fasilitas kamar mandi tersebut tidak bisa ia gunakan, membuat ia dan pedagang lainnya terpaksa mengambil air di masjid terdekat.
“Kalau bisa normal lagi agar lebih dekat ambil airnya,” singkatnya.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjar Eri Kuswara Wardhana mengatakan perbaikan fasilitas tersebut pihaknya belum bisa tahun ini.
Hal itu karena kendala anggaran dan pada tahun ini sangat terbatas. Kemungkinan perbaikannya pada tahun 2022 mendatang.
“Kalau tahun sekarang kami belum bisa karena tidak ada anggaran. Kemungkinan tahun depan,” katanya. (Muhlisin/R6/HR-Online)