Senin, April 7, 2025
BerandaBerita CiamisMusim Penghujan, Petani Bawang Merah di Ciamis Terancam Rugi

Musim Penghujan, Petani Bawang Merah di Ciamis Terancam Rugi

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),– Memasuki musim panen sejak dua pekan terakhir, petani bawang merah di Dusun Cogreg, Desa Mekarbuana, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat terancam rugi. Hal itu lantaran harga jual anjlok.

Udin, petani bawang merah asal Dusun Cogreg, Desa Mekarbuana Kecamatan Penawangan, mengungkapkan, sejak memasuki masa panen harga bawang merah menurun drastis. 

“Harga jual di tingkat petani yang biasanya dibeli seharga Rp 15.000 per kilogramnya, saat ini hanya dibeli Rp 6.000. Sejak saat itu harga terus menurun,” kata Udin, Rabu (17/11/2021).

Baca Juga: Harga Cabe-cabean Naik, Petani di Sukamantri Ciamis Sumringah

Anjloknya harga bawang merah membuat petani merugi karena biaya produksi membutuhkan biaya cukup besar. 

“Dengan harga Rp 6.000 per kilogramnya, untuk biaya operasional saja mungkin tidak bisa kembali,” jelasnya.

Menurut Udin, harga normal bagi petani Rp 15.000 ke atas. Sebaliknya apabila harga bawang merah hanya Rp 6.000 jelas petani akan merugi.

“Tidak tahu secara pasti anjloknya harga bawang merah, mungkin  akibat panen serentak di luar daerah,” katanya. 

Sementara itu Anda lesmana, Kaur Ekonomi dan Pembangunan Desa Mekarbuana, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis membenarkan turunnya harga bawang merah di tingkat petani. 

“Untuk menstabilkan harga diharapkan Pemerintah turun tangan agar petani tidak semakin terjerembab ke dalam kerugian. Harapannya ada dukungan pemerintah agar harga dari petani kembali normal,” katanya.

Anda menambahkan anjloknya harga bawang merah membuat petani mengalami kerugian. Terlebih saat ini sudah memasuki musim penghujan. 

“Tanaman bawang merah sangat rentan terhadap curah hujan yang sangat tinggi,” katanya.

Menurut Anda, tanaman bawang merah bisa terendam air sehingga membusuk dan kualitasnya menjadi jelek. 

“Apabila tidak ada solusinya, maka selain produksi menurun dan kualitasnya jelek otomatis kerugian yang dialami petani akan semakin besar,” tandasnya. (Edji/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Arus balik di Jalur Selatan Garut

Arus Balik di Jalur Selatan Garut Minggu Malam Mulai Lancar, Volume Kendaraan Mengarah ke Bandung Berkurang

harapanrakyat.com,- Volume kendaraan arus balik lebaran 2025 yang melintas di jalur selatan Garut, Jawa Barat, pada Minggu (6/4/2025) malam, sudah mulai menurun. Meski masih...
Remaja terseret ombak Pantai Karang Papak Garut

4 Remaja Terseret Ombak Pantai Karang Papak Garut, 1 Orang Tewas 

harapanrakyat.com,- Niat wisata malah jadi malapetaka, empat orang remaja asal Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat terseret ombak pantai Karang Papak Kecamatan Cikelet pada...
Lucky Hakim liburan ke Jepang

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Sindir Lucky Hakim yang Liburan ke Jepang: Bilang Dulu Ya!

harapanrakyat.com,-  Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyentil Bupati Indramayu Lucky Hakim yang liburan ke Jepang saat momen libur lebaran. Tak tanggung-tanggung Dedi Mulyadi mengunggah...
Pemudik arus balik

Potret Lonjakan Pemudik Saat Puncak Arus Balik di Terminal Tipe A Kota Banjar

harapanrakyat.com,- Memasuki H+6 lebaran Idul Fitri 1446 H ratusan pemudik memadati Terminal Tipe A Kota Banjar, Jawa Barat, saat puncak arus balik pemudik pada...
Pasca Banjir, Bupati Sumedang Tinjau Aliran Sungai Cimande Pastikan Jembatan Pangsor Aman

Pasca Banjir, Bupati Sumedang Tinjau Aliran Sungai Cimande Pastikan Jembatan Pangsor Aman

harapanrakyat.com,- Di tengah hujan deras yang mengguyur wilayah Sumedang, Bupati Dony Ahmad Munir turun langsung ke lapangan memantau aliran Sungai Cimande, khususnya di bawah...
Arus Balik Lebaran, Jalur Alternatif Cadas Pangeran Sumedang Jadi Pilihan Pemotor

Arus Balik Lebaran, Jalur Alternatif Cadas Pangeran Sumedang Jadi Pilihan Pemotor

harapanrakyat.com,- Jalur Cadas Pangeran Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, jadi alternatif jalur bagi pemudik motor, yang kembali ke kota asal setelah pulang kampung dari sejumlah...