Atom adalah unsur terkecil dari materi atau zat yang berdiri sendiri dan bergabung dengan atom lainnya. Ukuran atom ini sangat kecil dan tidak memungkinkan pengukuran menggunakan timbangan. Oleh karena itu, untuk melakukan pengukuran ditemukan cara dengan menghitung massa atom relatif (Ar).
Baca juga: Masa Molekul Relatif, Pengertian, Fungsi, dan Cara Hitungnya
Orang yang pertama kali menemukan konsep ini adalah Dalton pada tahun 1799. Memahami konsep ini sangat penting karena menjadi dasar perhitungan kimia. Dengan demikian, setiap perhitungan kimia atau stoikiometri seringkali menemukan rumus ini.
Untuk mengukur massa benda, kita harus membandingkannya dengan benda lainnya, sama dengan massa Ar. Prinsip dari konsep ini adalah seperti timbangan bebek untuk mengetahui apakah massa suatu beras 1 kg. Kita harus membandingkannya dengan suatu benda lainnya yang memiliki massa sebesar 1 kg.
Massa Atom Relatif dan Fungsi Utamanya
Kita dapat mengetahui nilai massa Ar dengan memiliki standar atau tetapan. Dalam pengukurannya, tetapan yang dapat kita gunakan adalah massa 1 atom karbon-12. Konsep ini juga dapat kita ketahui dengan menggunakan alat spektrometer massa.
Baca juga: Pengertian Molekul Unsur: Ciri-Ciri dan Contohnya di Sekitar Kita!
Isotop merupakan suatu atom-atom yang memiliki nomor sama, tetapi nomor massanya berbeda. Suatu unsur dalam alam dapat memiliki lebih dari satu isotop. Dengan demikian, massa Ar berfungsi sebagai nilai rata-rata dari setiap massa isotop.
Perbedaan Massa Ar dengan Massa Molekul Relatif
Tidak hanya massa atom relatif, kita juga akan bertemu dengan istilah massa molekul relatif (Mr). Perbedaan dari pengertiannya ada pada massa molekul relatif adalah perbandingan massa antara 1 molekul atau 1 satuannya. Mulai dari pengertian, fungsi, dan rumus untuk menghitungnya memiliki perbedaan.
Ar adalah perbandingan massa atom dengan massa atom lainnya. Sementara itu, massa Mr berisi gabungan penjumlahan nilai massa Ar dari atom-atom pembentuk molekul tersebut. Untuk fungsinya sendiri Ar untuk menghitung massa atom, sedangkan Mr untuk menghitung molekul.
Baca juga: Sifat Senyawa Ion: Bagian Atom yang Bermuatan Elektron, Ini Contohnya!
Karena pengertian dan fungsi yang berbeda, rumus untuk menghitungnya berbeda. Meski keduanya memiliki perbedaan, Ar dan Mr sama-sama sering kita temukan dalam perhitungan kimia.
Fungsi Massa Ar
Massa Mr berfungsi untuk menghitung massa suatu molekul, istilah ini hanya berlaku untuk zat dari molekul. Sementara itu, apabila ingin menghitung massa atom, maka harus menggunakan massa Ar. Selain itu, Ar memiliki fungsi untuk menentukan rumus empiris.
Rumus empiris merupakan perbandingan paling sederhana dari jumlah keseluruhan atom-atom dalam senyawa atau molekul. Fungsi rumus empiris untuk menunjukkan rumus molekul apabila tidak ada informasi mengenai Mr dari suatu senyawa.
Massa molekul relatif bisa kita gunakan untuk menentukan rumus molekul. Rumus ini dapat berfungsi untuk menggambarkan jumlah atom setiap unsur penyusun suatu molekul. Massa Mr seringkali menjadi rumus untuk menentukan molaritas, titik didih, dan perhitungan kimia lainnya.
Penjelasan Massa Ar yang Memiliki Isotop
Melansir dari laman BBC, massa atom relatif suatu atom yang memiliki isotop bisa kita dapatkan dengan menghitung kelimpahan isotop-isotopnya. Misalkan dengan unsur boron yang memiliki dua isotop, boron-79 dan boron-81.
Keduanya memiliki kelimpahan yang sama di alam. Apabila atom memiliki lebih dari tiga isotop, maka ketiganya harus kita hitung. Misalnya terdapat unsur neon yang memiliki isotop, yakni neon-20, neon-21, dan neon-22.
Menghitung Massa Ar dari Kelimpahan Isotop
Setiap isotop memiliki kelimpahan alamnya sendiri yang bisa kita sebut sebagai kelimpahan isotopnya. Untuk menemukan massa atom relatif, kita hanya perlu mengalikan setiap massa isotop dan kelimpahannya. Kemudian jumlahkan semua nilainya dan membagi nilai totalnya dengan 100 persen.
Lebih efektif dengan menghitung rata-rata tertimbang massa isotop dengan mempertimbangan kelimpahan relatifnya. Terdapat dua hal yang bisa menjadi pertimbangan untuk memverifikasi jawaban kita.
- Massa Ar harus berada di antara massa isotop isotop terkecil dan terbesar. Dalam hal ini nilainya 83,7 antara 80 hingga 85.
- Massa Ar harus paling dekat dengan isotop dengan kelimpahan terbesar. Dalam hal ini nilai nya 83,7 paling dekat dengan massa isotop 84 dengan kelimpahan 57 persen.
Baca juga: Jenis Atom Karbon dalam Senyawa Hidrokarbon, Wajib Tahu!
Kesimpulan dari pembahasan tadi adalah perbedaannya dengan massa atom relatif hingga fungsinya. Fungsi utama dari konsep ini adalah untuk menentukan rumus empiris dan menghitung massa atom. (R10/HR-Online)