Ledakan bintang di Mataram terkait dengan peristiwa sejarah. Sedangkan para peneliti beranggapan bahwa peristiwa ini berasal dari supernova yang membentuk Nebula Kepiting.
Fenomena ini terjadi jauh pada abad lalu, namun selalu berhasil kembali muncul. Perhatian orang selalu takjub melihat ledakan yang sangat cantik ini.
Terlepas dari betapa bahayanya kejadian pada masa lalu ini. Anda pasti sudah bisa membayangkannya sendiri jika peristiwa ini cukup mengerikan.
Baca Juga: Supernova SN 1181, Misteri Kosmik Berusia 900 Tahun
Fenomena Ledakan Bintang di Mataram
Tepatnya pada 4 Juli 1054 lalu, bintang tamu ini terlihat sangat terang. Bahkan titik cahaya kuning baru bisa terlihat dalam konstelasi Taurus, tanduk Selatan sang Banteng. Kejadian ini bahkan tidak menghilang secara sekejap saja.
Ketika matahari terbit cahaya ini masih sama terangnya, terjadi selama satu bulan penuh pada siang dan malam. Setelah habis satu bulan, akhirnya cahaya ini memudar.
Tetapi ketika malam hari tetap tampak selama hampir dua tahun lamanya. Sebab, masuk dalam konstelasi Taurus yang memiliki ukuran mencapai 797 derajat persegi.
Menempati urutan ke-17 terbesar dari benda langit lainnya letaknya pada kuadran pertama belahan bumi utara atau NQ1. Bisa terlibat pada garis lintang antara 90 derajat LS dan 65 derajat LS dalam rasi Taurus.
Baca Juga: Nebula Mata Cleopatra NGC 1535, Berkaitan Dengan Bintang Biner?
Terkait Peristiwa Kerajaan pada Masa Sejarah
Ledakan bintang di Mataram ini dahulu juga orang kaitkan pada kejadian sejarah. Pasalnya, mereka memberikan pernyataan bahwa kejadian ini jadi pertanda tidak baik.
Dari adanya perpindahan Kerajaan Mataram Hindu ke Mataram Medang Jombang, Jawa Timur. Namun tetap ada perseberangan pendapat bahwa perpindahan ini dipicu oleh adanya letusan Gunung Merapi.
Beberapa sumber membantah hal ini dan saling memberikan fakta. Terkait dengan adanya beberapa bukti bersejarah, tentu saja ada kemungkinan-kemungkinan lainnya.
Seperti biasanya bahwa kejadian apapun pasti memiliki beberapa versi. Apalagi terjadi pada masa lalu, tidak ada keakuratan data atau perekam sebagai bukti.
Baca Juga: Fase Bulan Purnama, Berhubungan dengan Perubahan Bentuknya
Nebula Kepiting
Para ilmuwan juga mengungkap bahwa ledakan ini terjadi karena adanya supernova. Jadi, Nebula Kepiting ini menjadi kejadian paling spektakuler bahkan langka dalam alam semesta.
Pada cangkangnya yang mengembang dari gas, bintang neutron cukup padat dan magnetis. Pusarnya berupa pulsar, merupakan sisa dari runtuhan bintang yang sudah hancur dalam ledakan tersebut.
Ketika hal ini terjadi, ada gelombang radio yang berkala. Sampai bumi dalam sinar pulsar tersebut selama tiga 30 per detik. Hal seperti membantu kita dalam membangkitkan listrik, memacu ekspansi, dan awan gasnya cemerlang 75. 000 kali matahari.
Ledakan bintang di Mataram seperti ini tetap terikat dengan sumber dari berbagai negara. Bahkan tidak hanya dalam sejarah Tanah Air, sejarah Tiongkok mencatat hal ini karena spektakulernya. (R10/HR-Online)