Berita Pangandaran (Harapanrakyat.com),- Pemkab Pangandaran segera sertifikasi Pohon Induk Terpilih (PIT) untuk kelapa lokal unggulan. PIT ini ditentukan oleh Kementan yang lokasinya di kebun kelapa hibrida unggulan khas Pangandaran milik Lilih di blok Merjan, Cijulang, Selasa (9/11/2021).
Bupati Kabupaten Pangandaran Jeje Wiradinata mengatakan potensi Kelapa luar biasa baik itu butiran maupun gula kelapanya. Beberapa tahun sebelumnya, Pangandaran harus mencari bibit kelapa yang pendek tapi berbuah lebat sampai ke di berbagai daerah. Antara lain Manado, Sukabumi dan tempat lainnya.
“Ternyata Kabupaten Pangandaran ada kebon milik H Lilih yang luasnya 12 hektar dan ada 2.000 pohon Kelapa Hibrida. Ternyata tumbuh subur luar biasa walaupun pendek,”kata Jeje Wiradinata dalam sebuah video tayangan beberapa waktu lalu.
Ini sebuah solusi bagi Pemkab Pangandaran dalam rangka pemberdayaan petani. Dari budidaya pohon kelapa hingga produksi gula kelapa.
“Petani gula kelapa tidak harus naik pohon kelapa yang tingginya 10-20 meter. Risikonya tinggi juga produksi terbatas,” ungkap Jeje Wiradinata.
Meski ukuran pohon pendek, tetapi punya buah yang besar. Hal ini bisa lebih efisien tenaga, penghasilan lebih banyak, karena kelapa yang besar akan menguntungkan petani.
“Ini masukan bagi pemerintah daerah dalam rangka penguatan kebijakan bidang pertanian yakni Kelapa. ke depan akan kita kembangkan lagi,” pungkasnya.
Pemkab Pangandaran Upayakan Pengadaan Kelapa Hibrida
Sekdis Pertanian Kabupaten Pangandaran Yadi Gunawan mengatakan pihaknya masih mengupayakan anggaran untuk pengadaan kelapa hibrida. Saat ini belum ada penangkar kelapa hibrida khusus. Sehingga petani yang membutuhkan benih harus mendatangkan dari luar daerah.
“Kalau pun ada jenis kelapa lokal unggul seperti miliki H Lilih harus memiliki sertifikat terlebih dahulu. Saat ini sudah tahap mengupayakan penetapan PIT (pohon induk terpilih) oleh kemeterian pertanian,” kata Yadi Gunawan.
Tahun ini Pemkab sedang mengupayakan proses sertifikasi itu. Sudah datang tim dari Balit Palma Manado, mengecek lahan yang pohon kelapanya akan ditetapkan sebagai PIT yakni kebun milik Lilih.
“Setelah SK penetapan PIT kelapa hibrida Pangandaran turun, baru penangkar benih bisa melepas benih tersebut ke pasaran. Kelapa lokal juga akan unggul apabila dikelola dengan baik karena tanah nya subur dipelihara maka harganya pun jadi naik. Rata-rata dalam 3 tahun sudah bisa berbuah walaupun pendek, jelas ini potensi luar biasa,” pungkasnya. (Madlani/R9/HR-Online/Editor-Dadang)