Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),– Jasad anak penghafal Al-Qur’an yang tenggelam di Pantai Karapyak, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat akhirnya ditemukan setelah pencarian selama 7 hari, Sabtu (6/11/2021).
Korban ditemukan warga sekitar pukul 08.00 WIB sekitar 20 meter dari TKP Pantai Karapyak di kedalaman 3 meter pada Sabtu (6/11/2021).
Korban yang tenggelam di obwis pantai Karapyak pekan lalu ditemukan oleh warga sekitar dengan kondisi anggota badan korban sudah tidak utuh. Keluarga korban yang menunggu selama 7 hari di TKP menangis histeris.
Sementara itu, korban yang merupakan warga Kota Banjar tersebut langsung dibawa ke RSU Pandega.
Baca Juga: Anak yang Tenggelam di Pantai Karapyak Pangandaran Seorang Tahfidz
Seorang warga Asep mengatakan, dirinya bersama warga lainnya selalu standby siang dan malam. Asep mengaku tergugah setelah melihat keluarga korban yang tabah menunggu di pinggir pantai.
“Melihat pihak keluarga korban kami tergugah untuk selalu menyisiri pantai. Awalnya saya sendiri mempunyai firasat pada hari ini korban akan muncul dan saya sendiri mencoba untuk ke lokasi kejadian,” ucap Asep, Sabtu (6/11/2021) siang.
Lebih lanjut Asep menambahkan, begitu dirinya belok ke ujung aspal bagian barat, Ia melihat ada benda mengapung. Asep pun menduga benda tersebut merupakan jasad anak yang tenggelam di Pantai Karapyak setelah ia melihat celananya.
“Saya penasaran ditakutkan salah bukan mayat, ternyata makin dekat benar bahwa itu mayat,” katanya.
Sementara Komandan Pos Basarnas Pangandaran Edwin mengatakan, korban ditemukan pada hari ketujuh. Korban ditemukan sekitar 20 meter dari lokasi korban tenggelam.
“Kondisi tubuh korban sudah tidak utuh lagi, kini korban pun untuk penanganan sementara dibawa ke RSUD pandega Pangandaran,” pungkasnya. (Madlani/R7/HR-Online/Editor-Ndu)