Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),– Harga cabe-cabean dalam sepekan terakhir melonjak naik. Petani di Dusun Sindangkalangon, Desa Sindanglaya, Kecamatan Sukamantri, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat sumringah.
Dede Capung, petani cabe mengatakan, harga jual cabe di tingkat petani dalam sepekan terakhir melonjak naik. Harga jual biasanya di bawah Rp 15.000 per kilogram.
“Meningkatnya harga jual di tingkat petani ini jelas sangat menggembirakan,” kata Dede kepada HR Online, Selasa (16/11/2021).
Baca Juga: DKUKMP Kabupaten Ciamis Cek Harga Bahan Pokok Jelang Akhir Tahun
Dede menjelaskan, harga jual cabe di tingkat petani mulai cabe rawit Rp 10.000 per kilogram. Cabe keriting Rp 23.000, cabe jenis TW Rp 18.000 dan cabe lokal tanjung Rp 33.000 kilogram.
“Dari empat jenis cabe, hanya cabe rawit yang terbilang harga jualnya murah,” katanya.
Dede, menambahkan, harga jual cabe memang fluktuatif, akan tetapi baru kali ini harga jual cabe-cabean naik dan menggembirakan bagi para petani.
“Naiknya harga jual cabe-cabean di tingkat petani kemungkinan karena pasokan dari luar daerah. Faktor iklim juga sangat mempengaruhi terhadap hasil produksi. Banyaknya permintaan dengan sendirinya harga menjadi mahal,” jelasnya..
Jika harga jual di tingkat petani tinggi, maka harga cabe di pasar tradisional bisa jauh lebih mahal lagi.
“Terpenting, para pedagang bisa menunjukkan mana jenis TW dan mana jenis lokal tanjung. Sebab, seandainya konsumen tidak mengetahui macam jenis cabe-cabean, tidak menutup kemungkinan yang dibelinya jenis TW dibeli dengan harga jual cabe tanjung lokal,” katanya. (Edji/R7/HR-Online/Editor-Ndu)