Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Sebanyak 300 peserta mengikuti festival kuliner tradisional, yang digelar di Desa Sukamulya, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Selasa (2/11/2021).
Dede Arif selaku panitia kegiatan tersebut mengatakan, bahwa festival kuliner tradisional tersebut bertempat di areal pesawahan Mega Terasering, tepatnya di blok Cibuluh.
“Para peserta yang berjumlah 300 peserta tersebut berasal dari tiga desa, yakni Sukamulya, Jadimulya dan Cempaka,” katanya kepada HR Online, Selasa (2/11/2021).
Menurutnya, bahwa keberadaan kuliner di Kabupaten Pangandaran ternyata beraneka ragam. Baik bahan ataupun cara membuat, plus rasanya dari satu ke kuliner lainnya pasti berbeda. Selain itu juga memiliki ciri khas rasa tersendiri.
“Bisa terlihat dari 300 peserta festival kuliner tersebut, akan tercipta 600 olahan makanan tradisional,” ucapnya.
Sementara untuk bahan baku pembuatan kuliner, pihak panitia mewajibkan kepada para peserta untuk menggunakan bahan baku tradisional.
“Salah satunya bahan dasar dari umbi-umbian,” kata Dede Arif.
Sementara itu, Kepala Desa Sukamulya, Herdiana mengatakan, acara festival kuliner tradisional tersebut mendapat respon positif dari warga 3 desa.
Setelah pelaksanaan kegiatan tersebut, Ia berharap agar kedepan ada tempat atau ruko-ruko khusus untuk para pedagang kuliner tradisional.
Hal tersebut mengingat kedepan Mega Terasering akan menjadi salah satu objek wisata daerah pegunungan.
Namun masalahnya, kata Herdiana, akses jalan menuju ke Mega terasering masih jelek dan rusak.
Oleh karena itu, ia meminta kepada pemerintah khususnya Kabupaten Pangandaran, untuk memperbaiki akses jalan ke Mega Terasering.
“Pasalnya, dengan kondisi jalan yang bagus, maka hal tersebut memudahkan para pengunjung,” ujarnya.
Menurutnya, keluhan tersebut adalah dari para penggiat kepariwisataan dan warga Langkaplancar. Sehingga, ia sangat berharap Pemkab Pangandaran bisa mengakomodir keluhan tersebut.
“Namun meskipun kondisi demikian, hal tersebut tidak menyurutkan para peserta untuk ikut tampil di festival kuliner tradisional,” pungkasnya. (Entang/R5/HR-Online)
Editor : Adi Karyanto