Fenomena gerhana bulan terlama akan terjadi pada bulan November ini. Gerhana bulan parsial ini merupakan gerhana terlama yang akan terjadi pada tanggal 18 dan 19 November 2021. NASA mengungkapkan bahwa gerhana bulan parsial ini berlangsung lebih dari 3 jam.
Bahkan dari gerhana bulan sebagian, hujan meteor, hingga kembalinya Orion menghiasi langit malam menjadi tontonan yang cukup menarik dan spektakuler.
Baca Juga: Galaksi Markarian 1337 Tertangkap Hubble di Konstelasi Virgo
Tonton Fenomena Gerhana Bulan Terlama Minggu Depan
Fenomena astronomi pada bulan ini semakin lengkap setelah adanya hujan meteor yang puncaknya terjadi di akhir pekan lalu. Selanjutnya langit malam akan terlihat gerhana bulan sebagian yang dapat disaksikan semua umat di seluruh belahan dunia.
Melansir dari Republicworld, terdapat informasi yang terbit dari NASA, gerhana bulan parsial ini kemungkinan terjadi malam hari pada zona waktu serta wilayah masing-masing.
NASA menyatakan bahwa gerhana ini dalam perjalanan. Sekaligus terjadi pada malam 18 dan 19 November saat bulan mulai tergelincir ke dalam bayangan Bumi. Fenomena gerhana bulan terlama ini terjadi selama beberapa jam.
Semua tergantung dari cuaca, apabila memungkinkan gerhana ini terlihat dari wilayah manapun di atas langit selama gerhana berlangsung. Selain itu, semua tergantung pada zona waktu yang dimiliki tiap wilayah akan lebih lambat atau lebih awal di malam hari.
Pernyataan tersebut juga telah dikonfirmasi oleh Badan Penelitian Luar Angkasa AS bahwa gerhana bulan yang akan terjadi selanjutnya berlangsung selama 3 jam 28 menit.
Gerhana terpanjang ini mengalahkan durasi waktu gerhana sebelumnya di bulan Mei yang mencatat waktu hingga 3 jam 7 menit. Data resmi dari informasi yang ada, akan ada minimal dua atau lima gerhana bulan dalam setiap tahun yang terjadi.
Mungkin bulan akan melewati bayangan umbra Bumi maupun penumbra. Namun gerhana yang kini akan terjadi merupakan fenomena terakhir di tahun ini.
Fenomena gerhana bulan terlama akan terlihat baik dari Amerika Utara-Selatan, Australia, Asia Timur, dan Wilayah Pasifik. Menurut update terbaru NASA, pada wilayah Amerika Serikat, gerhana terjadi di East Coast pada 02.18 pagi.
Sementara mencapai puncak gerhana di pagi hari saat pukul 04.02. Berbeda di West Coast, karena terjadi pukul 11 malam dan puncaknya pukul 1 pagi.
Baca Juga: Astronaut Crew-2 Tiba di Bumi, Setelah 200 Hari di Luar Angkasa
Momen Gerhana di Indonesia
Gerhana bulan kali ini akan menjadi blood moon sebagian dengan semburat warna kemerahan di permukaan bulan. Blood moon tersebut terjadi saat posisi Bumi berada tepat di antara bulan dan matahari. Bayangan Bumi menutupi bulan dan menghalangi cahaya matahari.
Hal ini menyebabkan hampir sempurna dari bulan akan tertutup Bumi. Pada tahun 2001 hingga 2100 kemungkinan terjadi hingga 288 fenomena gerhana bulan ini.
Dari informasi yang didapat menunjukkan lebih banyak tahun akan memiliki dua fenomena gerhana dan beberapa tahun lainnya adalah tiga hingga empat kali gerhana bulan.
Setelah melihat gerhana total pada Mei 2021, maka kita akan tahu gerhana bulan kedua pada tahun ini.
Informasi dari Pussian Lapan menunjukkan bahwa di Indonesia akan menemui puncak fenomena gerhana bulan terlama sebagian pada pukul 16.02 WIB pada sebagian wilayah saja. Meskipun tidak sedahsyat gerhana bulan total, namun akan lebih sering terjadi.
NASA menyatakan bahwa akan datang lebih banyak kesempatan untuk menyaksikan perubahan kecil pada sistem tata surya. Bahkan akan tepat di depan mata. NASA akan menyediakan layanan livestream saat fenomena gerhana ini terjadi pada waktunya.
Baca Juga: Misi Peluncuran Pesawat DART Selamatkan Bumi Dari Kepunahan
Fenomena Menakjubkan Lainnya
Selain fenomena gerhana bulan terlama, pada bulan November ini akan ada sejumlah hujan meteor yang tersebar mulai dari awal hingga di akhir bulan.
Hujan meteor ini terkenal dengan hujan meteor Taurid Selatan yang akan aktif sejak 25 September hingga 25 November.
Hal ini juga akan menunjukkan intensitas maksimal pada 6 November. Jika fenomena telah berlalu, maka pada 9 hingga 10 November akan terjadi puncak hujan meteor Andromedid.
Hujan meteor ini titik radiannya di dekat konstelasi Andromeda. Selanjutnya akan ada susulan puncak hujan meteor Taurid Utara mulai dari tanggal 12 hingga 13 November.
Sisi lain akan ada hujan meteor Leonid yang dapat Anda saksikan pada 18 dan 19 November sejak pukul 3 pagi dalam waktu setempat hingga akhir fajar atau 25 menit sebelum terbit matahari.
Tonton fenomena gerhana bulan terlama untuk mendapatkan pemandangan indah di abad ini. (R10/HR-Online)