Berita Tasikmalaya, (harapanrakyat.com),- Demo mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Mahasiswa dan Rakyat Tasikmalaya (KMRT) di Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya, Jawa Barat, sempat diwarnai kericuhan, Senin (22/11/2021).
Aksi mulai memanas saat massa aksi meminta berdialog secara langsung dengan Walikota Tasikmalaya Muhammad Yusuf. Namun orang nomor satu di Kota Tasikmalaya tersebut tidak menemui massa.
Awalnya massa akan ditemui Sekda Kota Tasikmalaya Ivan Dicksan. Namun, mereka bersikukuh ingin bertemu dengan Walikota Tasikmalaya.
Baca Juga: Cekcok Saat Rapat, Kadus di Tasikmalaya Dihantam Gelas Hingga Terluka
Lantaran merasa kecewa tidak ditemui Walikota, mereka bertahan sambil bersiap untuk membakar ban di halaman kantor Pemkot Tasikmalaya.
Ban yang akan dibakar diambil oleh polisi, sehingga massa aksi dan petugas kepolisian rebutan ban dan sempat saling dorong.
Ketua KMRT Arif Rahman mengatakan, demo tersebut merupakan bentuk kekecewaan mahasiswa terhadap Pemkot Tasikmalaya terkait pembangunan Jalan Lingkar Utara.
“Khususnya Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) yang tidak ditindaklanjuti, kita sudah mengirim laporan ke Kejaksaan,” ungkapnya di lokasi, Senin (22/11/2021).
Menurut Arif pasca audiensi 24 September 2020 lalu, Walikota Tasikmalaya berbicara proyek Lingkar Utara ini terbagi dari 2 clase dan 2 amdal.
“Amdal yang pertama itu tahun 2008 dari 2008 sampai 2012 itu tidak ada pembangunan fisik. Terus Amdal 2016, dari 2016 sampai 2020 ini tidak ada pembangunan fisik juga dan kita menduga ada tindak pidana korupsi,” katanya.
Arif mengatakan, pihaknya ingin ingin mendengar langsung tanggapan Walikota Tasikmalaya. “Tapi kami merasa kecewa lantaran walikota tidak mau menemui kami, padahal beliau ada di dalam. Padahal kami ingin Walikota Tasikmalaya menyikapi masalah ini,” katanya.
Ia juga mengancam akan mengadakan aksi yang lebih besar agar Walikota Tasikmalaya mau berdialog dengan mahasiswa. (Apip/R7/HR-Online/Editor-Ndu)