Contoh besaran skalar dan pengertiannya sangat penting untuk kita ketahui sehingga tidak ada kesalahan dalam penggunaan. Besaran skalar tentunya berbeda dengan besaran vektor, meski masih sama-sama termasuk besaran satuan.
Menengok dari definisi besaran sendiri adalah segala hal yang bisa manusia ukur dan nyatakan menggunakan angka. Vektor merupakan besaran yang mempunyai nilai dan arah, sedangkan skalar hanya mempunyai nilai saja.
Skalar merupakan sebuah konsep yang digunakan dalam ilmu fisika dan matematika. Hanya saja dalam ilmu fisika, penggunaan konsep skalar lebih konkret dari ide yang sama dalam matematika.
Terlihat rumit, akan tetapi sebenarnya akan lebih sulit jika Anda tidak membaca penjelasan berikutnya. Kali ini kami akan membahas terkait besaran skalar hingga ke akarnya. Anda bisa simak ulasan dari kami di bawah ini.
Baca Juga: Pengertian Besaran dan Satuan, Konsep dan Penggunaannya
Pengertian dan Contoh Besaran Skalar
Besaran skalar merupakan besaran yang mempunyai nilai saja tanpa memperhitungkan arah dari besaran tersebut. Artinya skalar hanya mempunyai nilai tanpa memiliki arah.
Mengutip dari sumber Wikipedia, skalar dalam ilmu fisika merupakan besaran yang tergambar dengan menggunakan sebuah bilangan, biasanya adalah bilangan real.
Sedangkan kata skalar dalam fisika sendiri mempunyai definisi, yakni kuantitas yang dapat dirumuskan dengan suatu bilangan atau angka, baik tanpa dimensi atau dalam suatu kuantitas fisika.
Kuantitas skalar memiliki magnitudo atau mulia, namun tidak mempunyai arah. Itulah mengapa skalar berbeda dengan vektor.
Di dalam rotasi koordinat atau transformasi Lorentz (sebagai relativitas) besaran skalar tidak berubah.
Baca Juga: Elastisitas Zat Padat serta Besaran Elastisitas Suatu Benda
Contoh Besaran Skalar
Ketika sebuah benda bergerak dengan kecepatan tertentu, pastinya mempunyai arah gerak sebagai tujuannya. Realnya seperti ini, ada sebuah mobil melaju dengan kecepatan 80 km per jam menuju arah utara.
Contoh lainnya adalah ketika Anda sedang berlari ke arah gawang dengan kecepatan 40 km per jam untuk menggiring bola. Dari kedua contoh tersebut masing-masing memiliki arah, bukan?
Selanjutnya, mari kita bandingkan dengan jarak dan panjang. Bukankah tidak ada arah tujuan di dalamnya? Lihat saja ketika Anda sedang mengukur panjang meja jarak tempat duduk Anda ke meja guru.
Anda hanya akan menyebutkan, “meja memiliki panjang 1/2 meter”. Tidak ada kata arah di dalamnya. Dengan permisalan simple tersebut, kita bisa menarik kesimpulan terkait beberapa contoh besaran skalar.
Pertama adalah jarak dan panjang. Kemudian ada waktu yang biasanya hanya menunjukan pengukuran detik, menit, jam, hari, hingga tahun.
Selanjutnya adalah volume. Volume mengacu pada volume medium. Contohnya adalah berapa banyak media yang tiba.
Sesuatu seperti dari ton ke ons, mililiter ke mikrogram, semuanya masuk ke dalam besaran skalar. Namun, syaratnya adalah mereka masih bisa ditangguhkan ke dalam sebuah media dan bukanlah suatu gerakan medium.
Contoh besaran skalar selanjutnya adalah kelajuan dan suhu. Kedua besaran yang kerap terpakai dalam perhitungan skalar fisika. Mereka akan menjadi bagian dari besaran skalar apabila mereka tidak berhubungan dengan arah dan gerakan.
Misalnya, dalam pengukuran kelajuan kilometer per jam atau kelajuan pada mil. Sementara contoh untuk suhu adalah ketika pengukuran pada sebuah media asalkan media tidak ada arah perjalanannya.
Contoh besaran skalar lainnya seperti muatan listrik, energi, massa, daya, dan usaha. Namun besaran seperti intensitas cahaya, jumlah zat, hingga tekanan juga masih menjadi bagian dari besaran skalar.
Bagaimana Cara Menyatakan Besaran Skalar?
Dari pembahasan yang sudah kami tulis di atas, ada beberapa contoh bagaimana menyatakan besaran skalar.
- Untuk besaran skalar berat atau massa, “massa kayu itu 3 kg.”
- Besaran skalar panjang, “panjang tiang itu adalah 100 cm.”
- Contoh besaran skalar daya listrik “daya listrik sebesar 1400 Watt.”
- Skalar luas contohnya, “luas lahan tersebut adalah 2 hektar.”
- Besaran skalar jarak, “jarak dari rumah ke sekolah adalah 2 km.”
- Selanjutnya ada besaran skalar massa jenis, “massa jenis air tersebut adalah 1.000 kg/m3.
Dengan berbagai penjelasan kali ini, ada kesimpulan yang bisa kita gunakan untuk mendefinisikan lebih lanjut tentang besaran skalar. Besaran skalar adalah besaran yang menitikberatkan pada kuantitas, angka, serta bobot yang termuat di dalam besaran tersebut.
Tentunya sangat berbeda dengan besaran vektor yang memperhitungkan nilai dan arah. Perbandingan vektor dan contoh di atas menjadikan besaran skalar sebagai acuan besaran yang tidak berubah dalam rotasi koordinat. (R10/HR Online)