Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Guna antisipasi dampak La Nina, enam institusi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dari Jawa Barat dan Jawa Tengah, mengadakan Apel Siaga Penanggulangan Darurat Bencana Akibat Daya Rusak Air, di Balai Besar Wilayah Sungai Citanduy Kota Banjar, Selasa (2/11/2021).
Adapun 6 BPBD tersebut antara lain Kota Banjar, Kabupaten Ciamis, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Pangandaran. Sementara untuk Jawa Tengah dari Kabupaten Cilacap.
Apel gabungan siaga bencana menghadapi fenomena La Nina tersebut, diikuti sekitar 80 orang dari 6 BPBD, termasuk satuan tugas.
Kepala BPBD Kota Banjar, Kusnadi mengatakan, bahwa apel tersebut adalah tindak lanjut dari arahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Nasional.
BNPB meminta BPBD di 34 provinsi di Indonesia, agar mempersiapkan langkah kesiapsiagaan untuk menghadapi dan mengantisipasi dampak La Nina.
Menurutnya, prediksi fenomena cuaca La Nina tersebut akan berlangsung hingga Februari 2022.
“Inti dari apel gabungan tersebut adalah langkah kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan-kemungkinan bencana, akibat luapan Sungai Citanduy. Seperti banjir di wilayah tertentu,” katanya kepada HR Online, Selasa (2/11/2021).
Oleh karena itu, Kusnadi mengimbau agar masyarakat Kota Banjar khususnya, tetap siap siaga dalam rentang bulan November dan Desember 2021 ini.
Pasalnya, curah hujan dan angin kencang cukup ekstrem akibat fenomena cuaca La Nina.
Ia berharap, dalam menghadapi cuaca ekstrem, jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Dengan apel gabungan ini, kita harapkan agar potensi-potensi bencana dapat terdeteksi dari awal,” jelasnya.
Wilayah Kota Banjar yang Kemungkinan Terkena Dampak La Nina
Selain itu, pihaknya tetap mengharapkan agar fenomena cuaca La Nina tidak berdampak di Kota Banjar. Namun ia beserta jajaran tetap melakukan langkah antisipasi fenomena cuaca La Nina.
Kusnadi memaparkan, wilayah Kota Banjar yang kemungkinan berpotensi terdampak La Nina adalah Kecamatan Langensari. Sebab menurutnya, daerah tersebut notabene terdiri atas sebagian besar wilayah pertanian.
“Pastinya akan terdampak. Khususnya daerah-daerah yang biasanya rawan angin kencang dan hujan cukup deras,” katanya.
Ia pun menjelaskan, bahwa dampak fenomena cuaca La Nina mungkin kemungkinan akan terjadi tumbangnya pohon tinggi.
“Pohon-pohon dikhawatirkan roboh menimpa rumah-rumah penduduk di Kota Banjar,“ pungkasnya. (Aan/R5/HR-Online)
Editor : Adi Karyanto