Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Nelayan Pangandaran, Jawa Barat, mengaku dalam satu kali melaut bisa menghabiskan bahan bakar minyak (BBM) solar sekitar 250 liter.
Salah satu nelayan Rastin membenarkan hal itu Rabu (24/11/2021).
Ia menyebut, rata-rata nelayan Pangandaran pergi melaut sekitar 10 hari menggunakan perahu compreng.
“Jarak yang ditempuh rata-rata 30 kilometer dari bibir pantai,” ujar Rastin.
Ia mengatakan, mesin yang digunakan para nelayan untuk perahu compreng biasanya mesin nosen 1.
Mesin nosen 1 yang nelayan gunakan ini menghabiskan BBM 250 liter untuk 10 hari melaut.
“Ada juga yang pakai mesin nosen 4, biasanya menghabiskan BBM 700 liter,” katanya.
Baca Juga: Bocah di Pangandaran Disengat Tawon, Anggota DPRD Turun Tangan
Dalam 10 hari melaut, rata-rata Rastin mendapat tangkapan ikan 40 sampai 50 kilogram.
“Namun kalau sepi paling dapat 25 kilogram saja, kadang hasil tangkapan tidak sesuai dengan BBM yang nelayan keluarkan,” ucapnya.
Hasil tangkapan nelayan lanjut Rastin biasanya dijual ke tempat pelelangan ikan (TPI) Minasari.
Namun kata dia, saat ini harga ikan dan udang di TPI Minasari sedang turun.
Misalnya saja udang jenis dogol sebelumnya Rp 90 ribu per kilogram dan hari ini jadi Rp 64 ribu per kilogram.
“Kalau untuk jenis udang lainnya seperti udang jerebung dan tiger harganya masih normal,” ungkapnya.
Harga udang yang turun tersebut tambah Rastin, berdampak pada penghasilan para nelayan ya.
“Tentunya berdampak karena para nelayan melaut menggunakan BBM yang tidak sedikit,” pungkasnya. (Entang/R8/HR Online/Editor Jujang)